RBN || Mexico City
Peristiwa penembakan terjadi di kawasan wisata bersejarah Piramida Teotihuacan, Meksiko, Senin (20/4/2026), yang menewaskan satu turis asal Kanada dan melukai sedikitnya 13 orang lainnya. Insiden ini berlangsung di situs arkeologi yang terletak di utara ibu kota Mexico City.
Pelaku diketahui merupakan pria bersenjata bernama Julio Cesar Jasso (27), warga Meksiko. Seorang pejabat setempat menyebutkan bahwa Jasso kemudian meninggal dunia akibat luka tembak yang dilakukannya sendiri. Aparat juga menemukan senjata api, pisau, dan amunisi di lokasi kejadian. Pemerintah Negara Bagian Meksiko memastikan bahwa pelaku bertindak seorang diri.
Pemerintah daerah menyebutkan tujuh orang mengalami luka akibat tembakan. Sementara penyebab luka pada korban lainnya belum dijelaskan, meski sejumlah orang dilaporkan terjatuh saat berusaha menyelamatkan diri dari lokasi penembakan.
Korban luka yang dirawat di rumah sakit terdiri dari enam warga Amerika Serikat, tiga warga Kolombia, satu warga Rusia, dua warga Brasil, dan satu warga Kanada. Usia korban berkisar antara 6 hingga 61 tahun.
Berdasarkan rekaman video dan foto yang beredar, pelaku terlihat berdiri di atas salah satu piramida sambil membawa senjata, sementara para pengunjung berusaha berlindung. Suara tembakan terdengar berulang kali dalam rekaman tersebut.
Penembakan terjadi sekitar pukul 11.30 siang, saat puluhan wisatawan berada di atas Piramida Bulan. Seorang pemandu wisata yang berada di lokasi mengatakan pelaku mulai menembak saat melihat para pengunjung turun dari tangga piramida.
“Beberapa orang, karena ketakutan, langsung menjatuhkan diri ke tanah dengan posisi tengkurap, dan sisanya mulai turun,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pelaku terus menembak ketika wisatawan mencoba menyelamatkan diri.
Kelompok pengunjung lain bahkan memilih tetap berbaring di atas piramida untuk menghindari sasaran tembakan.
Seorang wisatawan asal Vancouver, Kanada, Brenda Lee, mengaku awalnya mengira suara yang terdengar adalah petasan.
“Sebelum kami sadar, seseorang berkata, ‘Bukan, itu suara tembakan, lari!’ dan kami melihat orang-orang turun dari atas,” ujarnya kepada CTV News.
“Ada ribuan orang di sana dan suara tembakan terus terdengar,” tambahnya.
Situasi di lokasi pun berubah menjadi kacau saat pengunjung berusaha menyelamatkan diri.
“Dan kemudian ada seseorang melompat. Dia mencoba melarikan diri dan jatuh ke tingkat di bawahnya, tetapi jatuh telentang. Itu sangat mengerikan,” katanya.
Piramida Teotihuacan merupakan situs warisan dunia UNESCO dan menjadi salah satu destinasi wisata paling penting di Meksiko. Pada tahun lalu, lokasi ini dikunjungi lebih dari 1,8 juta wisatawan mancanegara.
Seorang pemandu lokal menyebutkan bahwa sebelumnya pengunjung harus melalui pemeriksaan keamanan sebelum masuk kawasan tersebut, namun prosedur itu kini sudah tidak lagi diterapkan.
Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum menyatakan peristiwa ini akan diselidiki secara menyeluruh. Ia juga mengaku telah berkomunikasi dengan Kedutaan Besar Kanada.
“Apa yang terjadi hari ini di Teotihuacan sangat menyedihkan bagi kami. Saya menyampaikan solidaritas terdalam kepada para korban dan keluarga mereka,” tulisnya di media sosial.
Menteri Luar Negeri Kanada Anita Anand juga menyampaikan duka cita atas kejadian tersebut.
“Akibat tindakan kekerasan bersenjata yang mengerikan, seorang warga Kanada meninggal dunia dan satu lainnya terluka di Teotihuacan. Pikiran kami bersama keluarga dan orang-orang terdekat mereka,” ujarnya.
Duta Besar Amerika Serikat untuk Meksiko, Ronald Johnson, turut menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa tersebut.
Ia menyatakan Amerika Serikat siap memberikan dukungan yang diperlukan selama proses penyelidikan oleh otoritas Meksiko masih berlangsung.
Insiden ini menjadi perhatian serius mengingat Teotihuacan merupakan salah satu ikon pariwisata dunia yang selama ini dikenal aman bagi wisatawan.
Sumber: NPR











