RBN || Jakarta
Banjir dengan ketinggian lebih dari satu meter merendam kawasan Kebon Pala, Jakarta Timur, pada Jumat pagi, 17 April 2026, akibat curah hujan tinggi sejak Kamis malam. Air terus meningkat hingga pagi hari dan menggenangi rumah warga, terutama di wilayah dataran rendah, sehingga aktivitas masyarakat terganggu.
“Air mulai naik sekitar pukul dua dini hari setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut” Ucap Sanusi warga setempat.
Ia juga menegaskan bahwa dalam beberapa hari terakhir hujan turun hampir setiap hari, terutama pada sore hingga malam, sehingga memperparah kondisi genangan yang sulit surut.
Menurutnya, banjir di Kebon Pala terjadi berulang dalam beberapa hari terakhir. Pola hujan yang terus berlangsung membuat air belum sempat surut secara optimal, sehingga ketika hujan kembali turun, ketinggian air meningkat lagi dan memperluas area terdampak.
Meski ketinggian air sudah mencapai lebih dari satu meter, warga masih memilih bertahan di rumah masing-masing dan belum mengungsi. Mereka memanfaatkan lantai dua rumah sebagai tempat berlindung, dan hingga saat ini kondisi dinilai masih aman serta terkendali.
Sementara itu, data pemantauan menunjukkan beberapa titik tinggi muka air berada pada status siaga III, antara lain Pos Pesanggrahan sekitar 160 cm, Pos Angke Hulu 220 cm, Pos Pasar Ikan-Laut 185 cm, dan Pos Sunter Hulu sekitar 150 cm pada pagi hari. Selain itu, data Dinas SDA juga mencatat Angke Hulu mencapai 220 cm dan Sunter Hulu sekitar 132 cm pada waktu yang berdekatan, yang menunjukkan peningkatan debit air di sejumlah wilayah dan berkontribusi terhadap terjadinya banjir di Jakarta.
Sumber: CNN Indonesia











