11 Desa di Aceh Tengah Masih Gelap Dua Bulan Pascabanjir dan Longsor, Akses Jalan Jadi Kendala Utama

  • Share
Kondisi tenda pengusian yang ditempati Inen Kasat, di Kampung Delung Sekinel, Kecamatan Aceh Tengah. Ia merupakan warga Kute Reje yang mengungsi akibat rumahnya hancur diterjang banjir bandang pada November 2025 lalu.(KOMPAS.COM/ Iwan Bahagia)

RBN || Aceh Tengah

Sebanyak 11 desa di Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh, hingga Selasa (3/2/2026) masih belum menikmati aliran listrik. Kondisi ini terjadi meski penanganan bencana banjir dan longsor yang melanda wilayah tersebut telah berlangsung lebih dari dua bulan.

Desa-desa yang masih mengalami pemadaman listrik meliputi Atu Payung, Serule, Delung Sekinel, Jamat, Kute Reje, Reje Payung, Umang, Bintang Pepara, Karang Ampar, Kekuyang, dan Bergang.

Manajer PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Kota Lhokseumawe, Husni, mengatakan proses pemulihan jaringan listrik terkendala kerusakan infrastruktur yang cukup parah. Selain banyak tiang listrik tumbang, akses jalan menuju sejumlah desa juga terputus akibat longsor.

“Kendala utama kami adalah akses jalan yang putus, sehingga pengiriman material dan peralatan menjadi sangat sulit,” ujar Husni saat dihubungi melalui telepon.

Ia menjelaskan, tim PLN baru saja berhasil memulihkan suplai listrik di jalur Bergang–Karang Ampar. Namun, proses tersebut tidak mudah. Petugas terpaksa menggunakan sling baja sebagai jalur penyeberangan darurat untuk mencapai lokasi terdampak.

“Beberapa jembatan dan jalan ambles sejak bencana 26 November 2025 lalu. Dalam beberapa titik, petugas harus menyeberangi sungai dengan tali sling sambil membawa material,” katanya.

Meski menghadapi medan berat, Husni menegaskan PLN terus berupaya mempercepat pemulihan listrik, terutama bagi warga di daerah pelosok yang masih terisolasi.

“Kami berusaha memastikan saudara-saudara kita bisa kembali mendapatkan akses listrik secepat mungkin. Mohon doa dan dukungan agar proses pemulihan ini berjalan lancar,” tuturnya.

Sumber: Kompas

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *