RBN || Langkat
Penangkapan Bupati Langkat, Syah Afandi alias Ondim, oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memunculkan beragam respons dari masyarakat. Salah satunya terlihat dari kemunculan sejumlah papan bunga berisi ucapan terima kasih kepada KPK yang dipasang di sekitar Kantor Bupati Langkat, Sumatera Utara.
Dalam video yang beredar di media sosial pada Minggu (5/7/2026), tampak deretan papan bunga berjajar dengan berbagai nama pengirim, di antaranya Pemuda Langkat Bersatu, Forum Masyarakat Bersatu, hingga Masyarakat Korban Jalan Rusak.
Salah satu papan bunga menarik perhatian publik karena memuat tulisan, “Terima kasih kepada KPK yang telah menangkap Ondim (ongkos dimuka) Bupati Langkat.” Kalimat tersebut menjadi sindiran yang ramai diperbincangkan di media sosial.
Seorang warga bernama Rangga mengaku sempat melihat langsung papan-papan bunga tersebut saat berolahraga di sekitar kawasan Kantor Bupati Langkat. Ia mengatakan deretan papan bunga masih terlihat berada di lokasi pada Minggu pagi.
Rangga juga menyampaikan apresiasi terhadap langkah KPK dalam menangani dugaan tindak pidana korupsi yang menjerat Syah Afandi. Ia berharap proses hukum berjalan secara transparan dan mampu mengusut kasus tersebut hingga tuntas.
Sebelumnya, KPK menetapkan Syah Afandi sebagai tersangka atas dugaan menerima gratifikasi sekitar Rp3,5 miliar. Dugaan penerimaan gratifikasi itu berkaitan dengan sejumlah pengurusan perkara di lingkungan Pemerintah Kabupaten Langkat, termasuk pengangkatan kepala sekolah tingkat SD dan SMP, proyek pengadaan seragam sekolah dasar, pengisian jabatan di Dinas Pendidikan, hingga penempatan camat.
Pelaksana Tugas Direktur Penyidikan KPK, Achmad Taufik Husein, menilai praktik tersebut tidak hanya merusak tata kelola pemerintahan, tetapi juga berdampak serius terhadap dunia pendidikan karena jabatan kepala sekolah diduga diperjualbelikan. Menurutnya, dugaan praktik korupsi tersebut juga telah menimbulkan keresahan di kalangan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Langkat.
Kasus ini masih terus didalami KPK untuk mengungkap seluruh pihak yang diduga terlibat dalam praktik korupsi tersebut.
Sumber: Kompas.com











