RBN || Jakarta
Suku Tengger adalah salah satu suku yang tinggal di sekitar kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur. Suku ini dikenal dengan kehidupan yang masih kental dengan tradisi dan adat istiadat, meskipun terletak di tengah pesatnya perkembangan zaman. Mereka dikenal sebagai masyarakat yang sangat menghormati alam dan leluhur mereka, dengan upacara adat yang masih dilakukan secara turun temurun.
Menurut Dr. Suhartono, seorang antropolog Universitas Airlangga,
“Masyarakat Tengger memiliki hubungan yang sangat erat dengan alam, terutama Gunung Bromo. Bagi mereka, gunung ini bukan sekadar tempat tinggal, tetapi juga sumber kehidupan yang harus dijaga dan dihormati.”
Suku Tengger percaya bahwa Gunung Bromo adalah tempat yang sakral, sehingga mereka rutin melakukan upacara Yadnya Kasada, di mana mereka memberikan sesaji kepada Dewi Roro Anteng sebagai ungkapan rasa syukur dan penghormatan.
Budaya Tengger juga sangat kuat dalam kehidupan sehari-hari mereka. Salah satu tradisi yang terkenal adalah upacara potong rambut gimbal, yang hanya dilakukan pada anak-anak suku Tengger setelah mereka berusia lima tahun. Ritual ini dianggap sebagai simbol bahwa mereka telah menjadi bagian dari masyarakat dan siap menjalani kehidupan yang lebih matang. Seperti yang dijelaskan oleh Bapak Subari, seorang tetua adat Tengger,
“Potong rambut gimbal adalah simbol perjalanan hidup seseorang yang penuh dengan pembelajaran dan perjuangan.”
Selain tradisi, Suku Tengger juga terkenal karena kemampuan mereka dalam bertani di lahan yang cukup menantang di kawasan pegunungan. Mereka telah mengembangkan sistem pertanian yang ramah lingkungan dan sesuai dengan alam sekitar. Seperti yang tertulis dalam artikel di Kompas,
“Masyarakat Tengger memiliki teknik bertani yang sangat adaptif dengan kondisi alam pegunungan, menjadikan mereka contoh keberlanjutan dalam pertanian.”
Meskipun menghadapi tantangan dalam mempertahankan budaya mereka, suku Tengger tetap teguh dalam menjaga warisan leluhur. Mereka menjadi contoh bagaimana tradisi dan modernitas bisa berjalan beriringan dengan tetap menjaga identitas.
_______
disarikan dari berbagai sumber











