RBN || Jakarta
Momen Idulfitri dimanfaatkan keluarga para tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menjalin silaturahmi secara langsung dengan kerabat mereka yang tengah menjalani proses hukum di rumah tahanan.
Suasana hangat terlihat ketika para keluarga datang membawa berbagai makanan khas Lebaran, sambil menunggu giliran untuk bertemu dalam waktu yang telah ditentukan, Sabtu (21/3/2026), sejak pagi hari para pengunjung sudah memadati area registrasi bahkan sebelum pukul 10.00 WIB dengan tetap mengikuti prosedur pemeriksaan barang bawaan oleh petugas demi menjaga keamanan.
Sejumlah keluarga dari berbagai latar belakang kasus turut hadir termasuk kerabat beberapa pejabat daerah hingga jajaran direksi perusahaan. Salah satu yang terlihat adalah kehadiran Mehnaz Nazeera Ashraff yang merupakan anak dari Bupati Pekalongan nonaktif Fadia Arafiq. Meski ia memilih tidak memberikan keterangan kepada awak media.
Di sisi lain, terdapat pula keluarga tahanan lain yang menyampaikan bahwa kunjungan tersebut menjadi kesempatan berharga untuk melihat kondisi anggota keluarga mereka meskipun waktu yang diberikan terbatas sekitar 30 menit secara bergantian.
Pihak KPK sendiri memberikan fasilitas ini sebagai bentuk penghormatan terhadap hak asasi manusia dengan tetap memperhatikan aspek keamanan dan ketertiban selama proses kunjungan berlangsung.
Tercatat sebanyak 81 tahanan berada di rutan KPK dengan sebagian besar beragama Muslim dan sebanyak 67 di antaranya juga telah mengikuti salat Idulfitri bersama di Gedung Merah Putih. Selain membuka layanan kunjungan tatap muka dari pukul 10.00 hingga 13.00 WIB, KPK juga menyediakan layanan pengantaran makanan pada pagi hari sehingga suasana Lebaran tetap dapat dirasakan oleh para tahanan meskipun berada dalam proses penegakan hukum.
Momen ini tidak hanya menghadirkan kehangatan emosional bagi para tahanan dan keluarga tetapi juga menunjukkan bahwa nilai kemanusiaan tetap dijunjung tinggi dalam sistem hukum yang berjalan.
Sumber: Detik News











