RBN || Probolinggo
Semarak Seven Lakes Festival 2025 yang digelar di kawasan Ranu Segaran, Desa Segaran, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, menjadi magnet baru bagi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif daerah.
Festival yang dibuka langsung oleh Bupati Probolinggo Mohammad Haris pada Jumat (7/11) ini diawali dengan prosesi larung sesaji di danau Ranu Segaran—tradisi turun-temurun masyarakat Tiris sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan hasil bumi dan kesejahteraan alam.
“Kegiatan Seven Lakes Festival 2025 bukan hanya ajang promosi wisata, tetapi juga langkah nyata membangkitkan ekonomi masyarakat pedesaan, khususnya Kecamatan Tiris,” ujar Bupati Haris dalam sambutannya.
Setelah prosesi larung, suasana festival semakin meriah dengan fashion culture show yang menampilkan busana berbasis kearifan lokal dari berbagai desa wisata di Probolinggo. Penampilan artis cilik Nabila Putri Maharani turut memukau ribuan pengunjung yang memadati area Ranu Segaran.
“Banyak orang datang ke sini, banyak yang makan, banyak yang belanja. UMKM hidup, ekonomi kreatif berputar,” kata Haris dengan antusias.
Ia menambahkan bahwa kegiatan seperti ini diharapkan dapat mengubah pandangan masyarakat tentang Tiris.
“Saya ingin membalikkan keadaan — Kecamatan Tiris yang dulu dianggap paling tidak sejahtera, suatu saat akan menjadi kecamatan paling sejahtera di Kabupaten Probolinggo,” tegasnya.
Deretan stan UMKM yang menjajakan produk khas Tiris turut memeriahkan festival. Mulai dari olahan kopi, hasil pertanian, hingga kerajinan tangan, semua laris diborong pengunjung. Kehadiran ribuan wisatawan membawa dampak ekonomi langsung bagi pelaku usaha lokal.
“Kecamatan Tiris memiliki tujuh danau dan tujuh air terjun, serta kekayaan wisata alam lain seperti kebun teh, wisata air panas, dan hutan bambu. Semua ini akan dikembangkan menjadi kawasan biothermal tourism,” ujar Haris.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mengoptimalkan potensi wisata daerah.
“Tanpa kebersamaan, tidak akan pernah berhasil. Semua organisasi perangkat daerah (OPD) wajib saling bantu. Tidak ada superman, yang ada adalah superteam,” tandasnya.
Sementara itu, Camat Tiris Andi Wiroso mengungkapkan rasa bangganya atas dukungan besar pemerintah dan antusiasme warga terhadap festival tersebut.
“Dengan adanya festival ini, banyak dampak positif yang dirasakan masyarakat. UMKM laris, tempat wisata ramai, penginapan penuh. Itu bukti bahwa Seven Lakes Festival benar-benar menggerakkan ekonomi lokal,” ujarnya.
Seven Lakes Festival 2025 menjadi bukti bahwa pariwisata berbasis budaya dan kearifan lokal mampu menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat. Selain memperkenalkan pesona alam Tiris, festival ini juga memperkuat identitas budaya dan semangat gotong royong warga Probolinggo.
Dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah dan partisipasi masyarakat, kawasan Ranu Segaran dan sekitarnya kini digadang menjadi ikon wisata baru Jawa Timur, sekaligus contoh sukses sinergi budaya, ekonomi, dan pariwisata dalam satu harmoni.
Sumber: ANTARA JATIM











