Revitalisasi Keraton Solo Berlanjut, Taman Keraton Kulon Jadi Prioritas Tahun Ini

  • Share
Ketua Lembaga Dewan Adat GRAy Koes Moertiyah atau Gusti Moeng ditemui di Keraton Solo, Kamis (5/2/2026). Foto: Tara Wahyu NV/detikJateng

RBN || Surakarta

Proyek revitalisasi Keraton Surakarta Hadiningrat dipastikan berlanjut. Setelah pengerjaan museum, tahap berikutnya akan difokuskan pada penataan taman di kawasan Keraton Kulon agar kembali bisa diakses masyarakat.

Kepastian tersebut disampaikan Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA), GRAy Koes Moertiyah atau Gusti Moeng, usai penunjukan KGPH Panembahan Agung Tedjowulan sebagai Pelaksana Keraton Solo oleh Fadli Zon.

“Proses revitalisasi sudah mendapatkan arahan resmi dari pemerintah melalui surat keputusan menteri. Untuk langkah teknisnya akan dibahas melalui koordinasi internal keraton. Tinggal kami rembukkan bersama Gusti Tedjowulan,” ujar Gusti Moeng saat ditemui di Keraton Solo, Kamis (5/2/2026).

Adik mendiang Paku Buwono XIII itu menjelaskan, revitalisasi Museum Keraton Solo sejauh ini baru menyentuh sisi barat dan utara. Ke depan, pengerjaan akan dilanjutkan ke sisi selatan dan timur kompleks museum.

“Setelah barat dan utara selesai, rencananya berlanjut ke selatan dan timur,” katanya.

Selain museum, perhatian utama tahun ini tertuju pada area Keraton Kulon. Gusti Moeng menyebut revitalisasi taman akan diajukan sebagai prioritas karena dinilai memiliki nilai historis sekaligus potensi wisata.

“Insyaallah tahun ini kami ajukan revitalisasi taman Keraton Kulon. Ini area yang bisa diakses publik, sehingga masyarakat nantinya bisa melihat dan ikut menikmati,” ungkapnya.

Ia menuturkan, taman tersebut merupakan peninggalan masa Paku Buwono X. Pada masanya, kawasan itu berfungsi sebagai taman bunga, tempat burung, sekaligus lapangan panahan keluarga keraton.

“Dulu itu taman bunga, ada burung, dan juga lapangan untuk panahan,” jelas Gusti Moeng.

Karena pengerjaan taman dinilai tidak seberat renovasi bangunan inti, proyek ini diperkirakan mulai berjalan setelah April 2026.

“Mungkin mulai setelah April, karena pekerjaan fisiknya tidak terlalu banyak. Fokusnya taman,” pungkasnya.

Sumber: detikJateng

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *