RBN || Jakarta
Pimpinan DPRD DKI Jakarta memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan program bedah rumah yang digagas Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, sebagai upaya nyata dalam meningkatkan kualitas hunian masyarakat kurang mampu melalui kolaborasi lintas sektor bersama Baznas, Bazis, BUMD, BUMN, serta pihak swasta.
Program ini dinilai tidak hanya berfokus pada perbaikan fisik bangunan, tetapi juga menghadirkan dampak sosial yang luas berupa peningkatan kualitas hidup, serta penguatan nilai kebersamaan di tengah masyarakat.
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Ima Mahdiah menegaskan bahwa program tersebut harus menjangkau seluruh lapisan masyarakat, tanpa memandang latar belakang agama, sehingga prinsip keadilan dan toleransi dapat terus terjaga di ibu kota.
Selain itu, ia juga memastikan bahwa proses pelaksanaan program tidak dipungut biaya sehingga masyarakat yang memenuhi kriteria dapat mengakses bantuan secara transparan dan akuntabel melalui mekanisme yang telah ditetapkan oleh pemerintah daerah dan Baznas, serta Bazis.
Dalam implementasinya, program ini telah merealisasikan renovasi puluhan unit rumah di berbagai wilayah Jakarta dengan alokasi anggaran sekitar Rp50 hingga Rp55 juta per unit dan waktu pengerjaan relatif singkat antara tiga minggu hingga satu bulan.
Sementara untuk tahun 2026 Pemprov DKI Jakarta menargetkan perbaikan sebanyak 633 rumah sebagai bagian dari komitmen berkelanjutan dalam menata kawasan permukiman agar lebih layak huni, aman, dan sehat.
Keberadaan program ini juga dinilai sebagai solusi konkret dalam mengatasi masih banyaknya rumah tidak layak huni di Jakarta, sekaligus mencerminkan sinergi antara pemerintah dan berbagai elemen masyarakat dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif, berkeadilan, serta berorientasi pada peningkatan kesejahteraan warga secara menyeluruh.
Sumber: RRI











