RBN || Jakarta
Perwakilan Persatuan Insinyur Indonesia (PII) bertemu dengan Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri, Denny Abdi, untuk membahas sejumlah agenda diplomasi keinsinyuran internasional. Pertemuan tersebut digelar di Jakarta pada Rabu (6/5/2026).
Deputi Ketua Umum PII Bidang Kerja Sama Keinsinyuran Internasional, Andre Mulpyana, menyampaikan bahwa salah satu agenda utama yang dibahas adalah rencana kehadiran PII dalam pertemuan AFEO Mid-Term Meeting yang akan digelar di Yangon pada 28–30 Juni 2026. “Kami ingin meminta informasi mengenai keamanan Myanmar untuk dikunjungi terkait dengan undangan dari AFEO,” ujarnya.
Permintaan tersebut diajukan menyusul berbagai informasi yang beredar mengenai kondisi keamanan di Myanmar. Menanggapi hal itu, Kementerian Luar Negeri langsung berkoordinasi dengan Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) Kedutaan Besar RI di Yangon, Novan Ivanhoe Soleh, melalui panggilan video.
Berdasarkan laporan yang disampaikan, kondisi di Yangon dinilai relatif aman untuk dikunjungi. “Kondisi Myanmar, khususnya di Yangon, dalam keadaan aman untuk dikunjungi. Hanya sering kali media asing memberitakan situasi yang tidak sepenuhnya tepat untuk Yangon,” kata Andre menyampaikan hasil komunikasi tersebut.
Selain agenda di Myanmar, pertemuan juga membahas persiapan Conference of ASEAN Federation of Engineering Organisations yang dijadwalkan berlangsung di Bandung pada 20–22 Oktober 2026. Ketua Umum PII, Ilham Akbar Habibie, menyebut forum ini akan menjadi ajang pertukaran pengetahuan, inovasi, serta penguatan jejaring insinyur di kawasan ASEAN, sekaligus menampilkan berbagai showcase industri teknik nasional.
Sumber: Antara News











