Pemerintah ‘Gotong Royong’ Bangun Pendidikan di Indonesia

  • Share
foto: Kementerian Agama RI

RBN || Jakarta

Momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 kali ini tampak berbeda, selain melaksanakan upacara bendera formal di lapangan sekolah atau instansi pemerintahan, Taman Ismail Marzuki (TIM) disulap menjadi sarana diskusi atau arena festival pendidikan.

Sore hari, Sabtu (2/5/2026), kawasan pusat kesenian dan kebudayaan Jakarta ini sudah dikerumuni oleh para pelajar, mahasiswa, dan tokoh-tokoh pendidikan untuk menyakasikan berbagai festival pendidikan sebagai rangkaian dari Hardiknas.

Hingga menjelang magrib, suasana semakin ramai, semua orang yang datang ingin menyaksikan acara ‘Belajaraya 2026’ dengan tema ‘Gotong Royong untuk Sekolah dan Madrasah: Kebijakan dan Aspirasi Komunitas’. Acara diskusi dan tanya jawab ini dimoderatori oleh Najeela Shihab, dengan menghadirkan tiga tokoh yakni, Menteri Agama, Nasaruddin Umar, bersama Menteri Sosial, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Mendikdasmen, Prof Abdul Mu’ti.

Menteri Agama, Nasaruddin Umar menjadi tokoh yang pertama menjelaskan pendidikan keagamaan di Indonesia. Sejak menjadi Menteri, Nasaruddin Umar menjelaskan bahwa dirinya memberikan perhatian lebih terhadap dunia pendidikan keagamaan sesuai amanah Presiden RI Prabowo Subianto.

“Untuk membangun dan mengembangkan dunia pendidikan harus bersama-sama. Inspirasi itu tidak hanya cukup diruang seminar, kuliah umum atau lainnya. Pengetahuan itu tidak hanya bersumber dari seminar, simposium, atau kuliah imum. Inspirasi atau pengetahuan itu bisa juga ditemukan diatas sajadah tengah malam,” kata Menteri Agama, Nasaruddin Umar, Sabtu (2/5/2026).

“Banyak ilmuan muslim lahir dari hasil kontemplasi tengah malam. Mereka-mereka penghafal Qur’an, mereka mendapat insight ketika bangun di tengah malam. Bahkan, saat ini kita dapat melihat, banyak alumni pesantren lebih survive di tengah masayarakat,” sambung Menag Nasaruddin.

Menag Nasaruddin Umar juga menjelaskan bahwa baru-baru ini, ada 26 siswa Madrasah telah mengantongi Letter of Acceptance (LoA) dari berbagai perguruan tinggi luar negeri (PTLN). Selain itu, ada juga 14 siswa kelas XII MAN Insan Cendekia Serpong menerima Beasiswa Garuda Gelombang 1 dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).

“Bahkan banyak alumni dari ITB, itu para hafidz Qur’an dan mereka lulusan Pesantren. Namun, tidak dapat dipungkiri, masih banyak pesantren harus terus didorong untuk segera semakin baik. Kuncinya adalah dengan gotongroyong. Kegotongroyongan ini adalah berkah. Jangan putus asa, walaupun kita berada disekolah sederhana,” kata Menag Nasaruddin.

Menurut Menag Nasaruddin Umar, siswa di Pesantren ataupun di Sekolah Umum harus mendapatkan perhatian yang sama dari Pemerintah. Sebab, semuanya adalah sama-sama anak bangsa, harus sama-sama mendapat perhatian dari pemerintah sebagaimana yang sudah dilakukan oleh Presiden RI, Bapak Probowo Subianto.

Mendikdasmen, Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa dalam dunia pendidikan selama ini yang terjadi adalah berbagai visi dan pandangan yang tidak sama. Karena tidak sama, maka kita harus mampu mengelola yang berbeda itu menjadi kekuatan bersama untuk membangun bangsa tentu melalui dunia pendidikan.

“Dengan gotong royong membangun pendidikan, insya Allah Indonesia akan semakin baik. Kita semua harus mampu melihat dan memilah, mana yang hak dan hoaks, mana yang tulus dan mana yang fulus. Tanpa gagasan dari masyarakat, pemerintah tidak selalu mampu mengambil kebijakan dengan baik,” kata Abdul Mu’ti.

Menteri Sosial, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyampaikan bahwa berbicara pendidikan dirinya sesungguhnya berkeingainan untuk lebih banyak mendengar dari pada berbicara. Sebab, bagi Gus Ipul jikalau mengelola pendidikan, jangan takut tidak ada masalah, karena masalah itu ada setiap hari.

“Yang dilakukan kedua Menteri ini, Menag dan Mendikdasmen, sesungguhnya sudah bekerja keras untuk menyelesaikan masalah pendidikan dan warisan masalah pendidikan. Salahsatu warisan tersebut, ada sekian banyak anak-anak Indonesia tidak bisa mengakses pendidikan,” kata Gus Ipul.

Persoalan sekarang, lanjut Gus Ipul, terkait kualitas pendidikan, kuncinya adalah gotong royong. Oleh Presiden RI, Prabowo Subianto, semua aparat pemerintah digerakkan, ruang partisipasi membangun pendidikan dibuka lebih luas.

“Kedepan, Saya ingin Sekolah Rakyat mendapat perhatian kita semua. Sekolah Rakyat menjadi strategis untuk menjangkau mereka-mereka yang paling tidak mampu, tidak terlihat dari data atau pembangunan selama ini,” terang Gus Ipul.

_____

sumber: Kementerian Agama RI

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *