RBN || Singaraja
Pemerintah Kabupaten Buleleng terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat tata kelola digital melalui penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Tahun 2024 menjadi capaian istimewa, setelah Kementerian PAN-RB menetapkan nilai Indeks SPBE Buleleng sebesar 3,69 dengan kategori sangat baik.
Sebagai tindak lanjut, Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Kominfosanti) Kabupaten Buleleng menggandeng para dosen dari Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja untuk melakukan reviu Arsitektur dan Peta Rencana SPBE 2024–2028. Kegiatan ini berlangsung di BCC Kominfosanti Buleleng, Rabu (12/11), dengan tujuan menjaga sekaligus meningkatkan kualitas tata kelola SPBE di daerah.
Kepala Bidang Tata Kelola dan SDM SPBE, Ngakan Gde Dwi Dharma Yudha, menjelaskan bahwa reviu ini bertujuan memastikan kesesuaian arsitektur dan peta rencana SPBE dengan ketentuan yang ditetapkan oleh Kementerian PAN-RB serta kementerian terkait lainnya. Ia menegaskan pentingnya penyesuaian target SPBE agar selaras dengan kebutuhan pembangunan daerah, prioritas nasional, dan prinsip efisiensi serta keamanan informasi.
“Dari pembahasan yang kami lakukan, ada beberapa poin penting, terutama perlunya peningkatan indeks SPBE pada indikator 11 dan 12. Penyesuaian target ini akan kami koordinasikan dengan Tim Koordinasi SPBE yang melibatkan berbagai perangkat daerah,” ungkap Ngakan.
Ia menambahkan, koordinasi mendalam akan dilakukan bersama bagian Setda, Bappeda, BKPSDM, dan Inspektorat Buleleng agar penerapan SPBE berjalan optimal sesuai arah pembangunan daerah. Harapannya, hasil evaluasi dari Kementerian PAN-RB terus meningkat dari tahun ke tahun dan berkontribusi langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.
Kegiatan reviu tersebut turut dihadiri Kabid Persandian dan Statistik Komang Ery Marta, perwakilan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Buleleng, serta staf Bidang Tata Kelola dan SDM SPBE Kominfosanti Buleleng.











