RBN || Amerika Serikat (BBC News)
Mantan Wali Kota New York, Rudy Giuliani, terluka dalam kecelakaan mobil di negara bagian New Hampshire, AS, pada Minggu (31/8). Mobil Giuliani ditabrak dari belakang dengan kecepatan tinggi saat melaju di jalan raya, menurut pernyataan yang diunggah di media sosial. Giuliani telah dibawa ke rumah sakit terdekat untuk menjalani perawatan.
“Dia didiagnosis mengalami fraktur vertebra toraks, beberapa luka robek dan memar, serta cidera pada lengan kiri dan tungkai bawah,” demikian pernyataan dari petugas keamanan Michael Ragusa.
Giuliani, 81, dikenal sebagai “Wali Kota Amerika” setelah memimpin New York melewati tragedi 9/11. Ia kemudian menjadi penasihat dan pengacara pribadi Donald Trump.
Menurut Kepolisian Negara Bagian New Hampshire, polisi sedang menanggapi laporan kekerasan dalam rumah tangga di selatan Interstate 93 ketika mereka melihat kecelakaan yang melibatkan Giuliani di utara jalan raya.
Sebuah mobil Honda yang dikemudikan oleh perempuan yang diidentifikasi sebagai Lauren Kemp, 19, menabrak bagian belakang mobil Ford yang ditumpangi Giuliani, yang dikendarai oleh rekannya, Ted Goodman. Ketiganya dibawa ke rumah sakit dengan luka-luka yang tidak parah. Polisi mengatakan bahwa kedua kendaraan mengalami kerusakan.
Peristiwa itu terjadi tak lama setelah Giuliani menolong seorang korban dugaan kekerasan dalam rumah tangga yang menghentikannya di jalan.“Wali Kota Giuliani segera memberikan bantuan dan menghubungi 911.”
Putra Giuliani, Andrew, yang merupakan Kepala Satgas Piala Dunia FIFA 2026, mengucapkan terima kasih kepada orang-orang yang telah membantu setelah kecelakaan itu.
“Sebagai seorang anak, saya bisa bilang kalau saya merasa terhormat memiliki ayah yang bisa saya sebut sebagai orang yang paling tangguh yang pernah saya lihat!” tulisnya di media sosial.
Giuliani pertama kali terpilih sebagai Wali Kota New York pada tahun 1993, Giuliani bertanggung jawab pada saat serangan 11 September di World Trade Center tahun 2001.
Pada tahun 2008, ia gagal mencalonkan diri sebagai presiden AS, dan kemudian menjadi salah satu penasihat Trump selama kampanye tahun 2016. Ia bergabung dengan tim hukum pribadi Trump pada tahun 2018 hingga pemilihan umum 2020.
Setelah kemenangan Joe Biden atas Trump pada Pemilu 2020, Giuliani menyebarkan klaim tak berdasar bahwa pemilu itu penuh kecurangan. Awal tahun ini, ia mencapai penyelesaian sementara dengan dua mantan petugas pemilu yang memenangkan ganti rugi sebesar 148 juta USD setelah mereka berhasil menuntut Giuliani atas pencemaran nama baik terhadap klaim manipulasi hasil pemilu.











