Manchester United Resmi Berpisah dengan Ruben Amorim, Konflik Ruang Ganti Jadi Sorotan

  • Share
Foto: Getty Images/Molly Darlington/Copa
Foto: Getty Images/Molly Darlington/Copa

RBN || Jakarta

Manchester United resmi mengakhiri kerja sama dengan Ruben Amorim sebagai manajer tim utama. Keputusan tersebut diambil menyusul hasil imbang 1-1 saat bertandang ke markas Leeds United pada Minggu (4/1/2026), hasil yang membuat Setan Merah tertahan di peringkat keenam klasemen sementara Liga Inggris dengan raihan 31 poin.

Meski performa tim menjadi faktor utama, pemecatan Amorim juga dikaitkan dengan ketidakmampuannya menjaga keharmonisan ruang ganti. Sejumlah laporan media Inggris menyebutkan bahwa pendekatan kepelatihan Amorim memicu ketegangan internal, termasuk konflik dengan bek andalan Manchester United, Lisandro Martinez.

Menurut laporan Mirror, perselisihan antara Amorim dan Martinez terjadi dalam sesi latihan menjelang laga melawan Crystal Palace dan West Ham United. Martinez dikabarkan merasa diabaikan meskipun telah dinyatakan pulih dari cedera ACL dan siap kembali merumput. Ketidakterlibatannya dalam skuad membuat pemain asal Argentina itu merasa kecewa dan frustrasi.

Kasus Martinez bukan yang pertama. Sepanjang masa kepemimpinannya di Old Trafford, Amorim dikenal memiliki pendekatan tegas dengan mengesampingkan pemain yang dinilainya tidak masuk dalam rencana tim. Pada awal musim, lima pemain—Marcus Rashford, Alejandro Garnacho, Jadon Sancho, Antony, dan Tyrell Malacia—dilaporkan dilarang berlatih bersama skuad utama.

Kelima pemain tersebut hanya diizinkan menggunakan fasilitas latihan setelah tim utama meninggalkan Carrington. Keputusan tersebut akhirnya berujung pada kepergian Rashford, Sancho, dan Garnacho dari klub. Sementara itu, Malacia memilih bertahan meski hanya mencatatkan dua menit bermain sepanjang musim di bawah Amorim.

Situasi ini menyoroti pentingnya keseimbangan antara ketegasan dan komunikasi dalam kepemimpinan sebuah tim besar. Manchester United kini dihadapkan pada tantangan untuk membangun kembali kepercayaan internal, menjaga persatuan tim, serta menemukan sosok pelatih yang mampu menggabungkan strategi, empati, dan manajemen pemain secara harmonis demi masa depan klub.

 

Sumber: detik

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *