RBN || Riau
Pemadaman listrik yang terjadi di sejumlah wilayah Riau pada Jumat malam menimbulkan keluhan dari masyarakat, terutama para orang tua yang anaknya sedang mempersiapkan ujian sekolah. Gangguan listrik tersebut terjadi sekitar pukul 18.50 WIB dan membuat aktivitas belajar menjadi terganggu karena minimnya penerangan di rumah.
Seorang warga Pekanbaru, Raja Hendra, mengaku kesal karena anak-anaknya tidak dapat belajar dengan nyaman menjelang ujian.
“Anak-anak besok ujian, tidak bisa belajar,” kata orang tua di Pekanbaru, Raja Hendra, dengan nada kesal, dilansir detikSumut, Jumat (22/5/2026). Menurutnya, malam hari biasanya menjadi waktu penting bagi siswa untuk mengulang pelajaran sebelum menghadapi ujian keesokan harinya.
Untuk mengatasi situasi tersebut, sebagian warga mencoba menggunakan lampu emergency dan penerangan dari telepon genggam. Namun, penerangan yang terbatas membuat proses belajar tetap tidak maksimal. Selain itu, penggunaan perangkat darurat juga hanya dapat bertahan dalam waktu tertentu karena keterbatasan daya baterai.
Keluhan serupa juga disampaikan warga lainnya, Abdul Hadi, yang tinggal di wilayah Bina Widya. Menurutnya, dampak pemadaman listrik tidak hanya dirasakan oleh para pelajar, tetapi juga para pelaku usaha kecil yang tidak memiliki genset sebagai sumber listrik cadangan. Aktivitas ekonomi warga pun ikut terganggu akibat kondisi tersebut.
Masyarakat berharap gangguan listrik dapat segera ditangani agar aktivitas belajar dan kegiatan sehari-hari dapat kembali normal. Terlebih, pemadaman yang terjadi menjelang ujian sekolah dinilai sangat merugikan siswa yang membutuhkan kondisi nyaman dan penerangan memadai untuk belajar.
Sumber: Detik News











