RBN || Jakarta
Laporan Kebahagiaan Dunia 2026 mengungkap adanya tren penurunan kepuasan hidup di kalangan generasi muda, khususnya mereka yang berusia di bawah 25 tahun di sejumlah negara maju berbahasa Inggris.
Laporan yang disusun oleh Pusat Penelitian Kesejahteraan Universitas Oxford bekerja sama dengan Gallup dan Perserikatan Bangsa-Bangsa ini menunjukkan bahwa tingkat kesejahteraan anak muda di negara seperti Amerika Serikat, Kanada, Australia, dan Selandia Baru mengalami penurunan signifikan dalam satu dekade terakhir.
Penelitian ini melibatkan sekitar 100.000 responden di lebih dari 140 negara. Salah satu temuan utama adalah adanya keterkaitan antara penggunaan media sosial secara berlebihan dengan menurunnya tingkat kebahagiaan, terutama di kalangan remaja perempuan di negara-negara Barat.
Para peneliti mencatat bahwa penggunaan media sosial lebih dari tujuh jam per hari berkorelasi dengan tingkat kesejahteraan yang lebih rendah. Platform berbasis algoritma, dominasi konten visual, serta pengaruh influencer disebut menjadi faktor yang memperkuat dampak negatif tersebut.
Menariknya, sejumlah mahasiswa di Amerika Serikat justru menyatakan keinginan agar media sosial tidak ada. Mereka mengaku tetap menggunakannya karena tekanan sosial, bukan karena kebutuhan pribadi.
Di sisi lain, laporan tersebut juga menemukan bahwa individu yang menggunakan media sosial kurang dari satu jam per hari cenderung memiliki tingkat kesejahteraan yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang sama sekali tidak menggunakannya.
Dalam pemeringkatan global, Finlandia kembali menempati posisi pertama sebagai negara paling bahagia di dunia selama sembilan tahun berturut-turut. Negara-negara Nordik lainnya seperti Islandia, Denmark, dan Swedia juga konsisten berada di peringkat atas, didukung oleh sistem kesejahteraan sosial yang kuat, tingkat kesetaraan tinggi, serta harapan hidup yang panjang.
Sementara itu, Kosta Rika mencatat lonjakan signifikan ke peringkat keempat, yang dipengaruhi oleh kuatnya hubungan sosial dan keluarga di masyarakatnya. Di sisi lain, Afghanistan masih berada di posisi terbawah sebagai negara dengan tingkat kebahagiaan terendah, diikuti oleh Sierra Leone dan Malawi.
Laporan ini muncul di tengah meningkatnya perhatian pemerintah di berbagai negara terhadap potensi pembatasan penggunaan media sosial bagi anak di bawah umur, seiring kekhawatiran akan dampaknya terhadap kesehatan mental generasi muda.
Sumber: Bisnis.com











