RBN || Bondowoso
Kecelakaan tunggal menimpa Bus PO Anggun Krida yang melayani rute Bondowoso–Surabaya. Bus tersebut terperosok ke jurang sedalam 20 meter di Jalur Pegunungan Arak-Arak, Bondowoso, pada Minggu (23/11). Sedikitnya 11 penumpang terluka, beberapa di antaranya mengalami patah tulang.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, bus yang dikemudikan oleh Mohammad Syaifuddin (55), warga Tenggarang, Bondowoso, melaju dari arah Bondowoso menuju Surabaya. Saat melintasi ruas jalan turunan yang dikenal ekstrem dan licin akibat hujan, sopir diduga kehilangan kendali.
Bus kemudian menabrak pembatas jalan sebelum akhirnya terjun ke jurang.
Belasan penumpang terpental dan sebagian terjepit di dalam kabin bus. Warga sekitar yang mendengar suara benturan langsung turun ke lokasi untuk melakukan pertolongan pertama.
Sebanyak 11 penumpang berhasil dievakuasi dan dilarikan ke Puskesmas Wringin Bondowoso untuk mendapatkan perawatan awal. Kondisi bus bernopol N 7647 UR itu rusak parah dan terbalik di dasar jurang.
Beruntung, laju bus terhenti karena tertahan beberapa pohon jati sehingga tidak meluncur lebih jauh ke dasar jurang yang lebih dalam.
“Tujuh korban mengalami luka berat dan patah tulang. Dua korban harus dirujuk ke RSUD Koesnadi Bondowoso untuk perawatan lebih intensif,” ujar IPDA Hariyanto, Kanit Gakkum Satlantas Polres Situbondo.
Hingga kini, polisi masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan. Jalur Pegunungan Arak-Arak memang dikenal rawan: jalan sempit, tanjakan dan turunan ekstrem, tikungan tajam, serta jurang dalam di sisi kiri-kanan jalan.
Area lokasi kecelakaan telah dipasangi garis polisi untuk memudahkan pemeriksaan.
Polisi mengimbau para pengemudi agar berhati-hati saat melintas di jalur pegunungan tersebut, terutama pada musim hujan yang membuat permukaan jalan licin dan berbahaya.
Sumber: iNews











