RBN || Korea Selatan
Korea Selatan kembali mencatat sejarah dalam industri antariksa setelah roket Nuri berhasil mengirimkan seluruh 13 satelit ke orbit pada Kamis (27/11), dengan badan antariksa negara itu memastikan sinyal dari satelit utama telah diterima dengan baik.
Roket Nuri meluncur dari Naro Space Center, Goheung, South Jeolla, pada pukul 01.13 KST. Jadwal peluncuran sempat mundur 18 menit akibat sinyal tidak normal pada sensor tekanan sistem pemisahan kabel, namun seluruh tahapan berikutnya berlangsung tanpa hambatan.
Roket berbobot 200 ton itu sukses menempatkan satelit utama CAS500-3, yaitu satelit pengamatan generasi terbaru, bersama 12 CubeSat lainnya ke orbit 600 kilometer dari permukaan bumi. Seluruh misi penerbangan selesai pada pukul 01.31 KST.
Badan Antariksa Korea (KASA) melaporkan bahwa setiap fase peluncuran, mulai dari pembakaran mesin tahap pertama, kedua, dan ketiga hingga pemisahan fairing, berlangsung sesuai rencana.
“Peluncuran keempat yang berhasil ini tidak hanya menegaskan bahwa Korea telah mengamankan kemampuan transportasi antariksa secara mandiri, tetapi juga menandai peluncuran bersama pemerintah dan industri yang pertama kalinya dilakukan sebagai satu tim,” ujar Menteri Sains dan ICT, Bae Kyung-hoon, dalam konferensi pers usai peluncuran.
Ia menambahkan, keberhasilan ini menjadi titik balik penting karena ekosistem industri antariksa Korea mulai bergerak dari model yang didominasi pemerintah menuju peran yang lebih besar bagi sektor swasta.
Peluncuran kali ini mencetak sejumlah pencapaian, antara lain: jumlah satelit terbanyak yang dikirim ke orbit target dalam satu misi, peluncuran malam pertama untuk satelit utama yang dirancang mengamati untuk aurora, serta pertama kalinya perusahaan swasta, Hanwha Aerospace, memimpin keseluruhan proses pra-peluncuran.
Dua belas CubeSat lainnya saat ini dijadwalkan melakukan komunikasi dengan stasiun bumi secara bertahap sesuai jadwal masing-masing. Satelit-satelit kecil tersebut akan menjalankan berbagai misi, mulai dari pemantauan cuaca, penelitian medis, hingga observasi lingkungan antariksa.
Keberhasilan peluncuran roket Nuri keempat ini semakin memperkokoh posisi Korea Selatan sebagai salah satu negara yang mampu mengembangkan teknologi antariksa secara mandiri dan berdaya saing global.
Sumber: Korea JoongAng Daily











