RBN || Semarang
Ketua DPRD Jawa Tengah, Sumanto, meminta Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memprioritaskan anggaran penanggulangan bencana pada tahun 2027. Permintaan itu disampaikan menyusul maraknya bencana alam yang terjadi sejak awal 2026, yang menimbulkan dampak luas bagi masyarakat.
Sumanto menilai penguatan anggaran menjadi langkah penting agar upaya pencegahan dan penanganan bencana dapat dilakukan lebih optimal, sehingga kerugian yang ditimbulkan bisa diminimalkan.
“Ini menjadi catatan kita untuk memprioritaskan tahun 2027, rancangan anggaran harus kita pertebal. Contohnya di wilayah Tegal yang saat ini sering terjadi bencana, ada hal-hal krusial yang harus segera kita atasi,” ujar Sumanto di Semarang, Selasa (10/2/2026).
Ia menekankan pentingnya langkah antisipatif, seperti reboisasi dan pengelolaan lingkungan. Menurutnya, daerah dengan karakter geografis berupa pegunungan dan lembah perlu memberi perhatian khusus agar risiko bencana dapat ditekan sejak dini.
“Reboisasi harus dipersiapkan dengan baik, terutama di daerah yang memiliki gunung dan lembah. Lebih baik mencegah daripada menghadapi bencana,” katanya.
Data Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mencatat, sepanjang 1–25 Januari 2026 terjadi sedikitnya 45 kejadian bencana di berbagai daerah. Berdasarkan informasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng, bencana tersebut meliputi banjir, tanah longsor, kebakaran, dan cuaca ekstrem. Hujan dengan intensitas tinggi juga diperkirakan masih berpotensi terjadi hingga 9 Februari 2026.
Rangkaian bencana itu menyebabkan tujuh orang meninggal dunia, lima orang luka-luka, 9.729 warga mengungsi, serta lebih dari 308 ribu orang terdampak. Kerusakan juga terjadi pada rumah tinggal, fasilitas umum, lahan pertanian, dan kawasan perikanan.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Jawa Tengah, Sumarno, menyatakan Pemprov telah mengambil berbagai langkah cepat untuk menangani dampak bencana. Upaya tersebut meliputi rekayasa cuaca, penyaluran bantuan logistik, hingga pemulihan akses jalur distribusi.
“Kami memastikan seluruh warga terdampak mendapatkan bantuan dan tim di lapangan bisa bekerja tanpa kendala teknis,” ujar Sumarno usai Rapat Paripurna DPRD Jateng di Gedung Berlian, Senin (2/2).
Selain penanganan darurat, Pemprov Jateng juga menyiapkan rencana rehabilitasi pascabencana. Namun, pelaksanaannya akan menunggu kondisi cuaca benar-benar stabil agar proses pemulihan dapat berjalan maksimal.
Sumber: Antara News











