RBN || Manowakri
Penerapan pengelolaan sampah berbasis 3R (reduce, reuse, recycle) mengantarkan Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Manokwari menjadi kandidat peraih Adiwiyata tingkat nasional. Madrasah ini sebelumnya meraih penghargaan Adiwiyata tingkat Kabupaten dengan skor tinggi, 99,33.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Manokwari Hermus Indou, didampingi Wakil Bupati Mugiyono, kepada Kepala MTsN Manokwari Agus pada momen Hari Pendidikan Nasional, Sabtu (2/5/2026).
Program Adiwiyata di MTsN Manokwari dijalankan sebagai gerakan nyata di lingkungan sekolah. Selain pengelolaan sampah dengan prinsip 3R, warga madrasah juga aktif melakukan penanaman pohon serta membiasakan penghematan air dan energi.
Plt Kakanwil Kemenag Papua Barat Barnabas Dowansiba mengapresiasi capaian tersebut. Ia menilai MTsN Manokwari mampu menunjukkan bahwa madrasah tidak hanya unggul dalam bidang akademik dan keagamaan, tetapi juga peduli terhadap lingkungan hidup.
“MTsN Manokwari menjadi teladan dalam membentuk generasi yang saleh secara spiritual, cerdas secara intelektual, dan peduli secara ekologis,” ujar Barnabas.
Ia menegaskan, Kanwil Kemenag Papua Barat mendukung penuh langkah MTsN Manokwari menuju Adiwiyata tingkat nasional.
“Bawa nama baik madrasah, Manokwari, dan Papua di tingkat nasional. Tunjukkan bahwa dari timur Indonesia, madrasah mampu berkontribusi untuk Indonesia yang maju dan lestari,” tegasnya.
Plt Kepala Kemenag Kabupaten Manokwari I Gusti Ketut Suardana menambahkan, kesiapan MTsN Manokwari terlihat dari pembentukan tim Adiwiyata, pelaksanaan berbagai program lingkungan, serta kolaborasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat.
Sementara itu, Kepala MTsN Manokwari Agus menyebut keberhasilan ini merupakan hasil kerja bersama seluruh warga madrasah.
“Adiwiyata bukan sekadar program, tetapi gerakan moral untuk mewujudkan madrasah yang hijau, sehat, religius, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Untuk menghadapi penilaian tingkat nasional, MTsN Manokwari akan terus memperkuat kolaborasi lintas sektor, khususnya dengan dinas lingkungan hidup sebagai tim pembimbing.
_____
sumber: Kemenag RI











