RBN || Jakarta
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mendorong masyarakat untuk mulai beralih dari penggunaan plastik ke alternatif yang lebih ramah lingkungan seperti daun pisang. Hal ini disampaikan pada Minggu, 12 April 2026, di Kantor Wali Kota Jakarta Timur menyusul kenaikan harga plastik di pasaran.
Pramono menjelaskan bahwa kenaikan harga plastik bukan sepenuhnya berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Meski demikian, pemerintah daerah tetap perlu melakukan inovasi untuk mengurangi ketergantungan terhadap plastik sekaligus mencari solusi pengganti yang lebih berkelanjutan.
Menurutnya, kenaikan harga plastik berpotensi menjadi beban tambahan bagi masyarakat, terutama pelaku usaha kecil dan pedagang. Oleh karena itu, ia mengajak warga untuk kembali menggunakan cara tradisional seperti membungkus makanan dengan daun pisang yang dinilai lebih murah dan ramah lingkungan.
Kenaikan harga plastik sendiri terjadi akibat terganggunya impor bahan baku, yang dipicu oleh konflik internasional antara Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Kondisi ini berdampak pada pasokan bahan baku plastik yang selama ini masih bergantung pada impor.
Sekretaris Jenderal DPP Ikatan Pedagang Pasar Indonesia Reynaldi Sarijowan menyebutkan bahwa kenaikan harga plastik sudah terjadi sejak menjelang Ramadan dan mencapai puncaknya dengan kenaikan hingga 50 persen. Ia mencontohkan harga plastik kresek yang naik dari Rp 10 ribu menjadi Rp 15 ribu per pak, serta jenis lainnya dari Rp 20 ribu menjadi Rp 25 ribu.
Sumber: Detik News











