RBN || Jakarta
Gelombang protes iklim global kembali mengguncang dunia dan kali ini dipimpin oleh Generasi Z yang menolak diam menyaksikan bumi semakin panas. Di berbagai kota besar suara yang sama menggema bahwa krisis iklim tidak lagi dapat ditunda dan para pemimpin dunia dianggap belum bertindak secepat yang dibutuhkan. Laporan terbaru dari IPCC yang memperingatkan percepatan kenaikan suhu global mendorong rasa genting terutama di kalangan anak muda yang merasa masa depan mereka sedang dipertaruhkan.
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pernah menyampaikan dalam pidatonya yang dikutip banyak media internasional bahwa dunia sedang menekan pedal gas menuju neraka iklim. Pernyataan itu menjadi simbol dari kekhawatiran generasi muda. Seorang pengamat lingkungan dari University of Cambridge Dr Fiona Hill mengatakan bahwa protes besar ini tidak hanya ekspresi moral tetapi juga pengingat keras bahwa kebijakan politik yang ada saat ini tidak lagi cukup menghadapi skala krisis ekologis.
Di Indonesia laporan dari Kompas mencatat meningkatnya keikutsertaan pelajar dalam aksi iklim terutama di Jakarta Bandung dan Denpasar. Media The Guardian menggambarkan situasi serupa di Eropa ketika ribuan remaja menggelar aksi duduk di depan gedung parlemen Inggris untuk mendesak penghentian eksplorasi bahan bakar fosil. Mereka membawa pesan yang viral seperti “No Planet B dan We are fighting for our right to a future” yang kemudian menjadi simbol perlawanan global.
Berbagai pemerintah mulai merespons tekanan publik dengan mempercepat penggunaan energi terbarukan meskipun banyak pengamat menilai langkah tersebut belum cukup. Majalah Time mengutip analis lingkungan Lauren Sanchez yang menegaskan bahwa transisi energi bersih hanya akan berhasil apabila negara berani mengurangi ketergantungan pada industri fosil secara signifikan.
Di sisi lain gerakan ini juga menyingkap dampak psikologis yang dirasakan generasi muda. Laporan New York Times menyoroti meningkatnya kecemasan iklim sebagai biaya emosional dari krisis yang terus berkembang. Fenomena ini dianggap sebagai respons wajar terhadap bukti ilmiah yang semakin mengkhawatirkan.
Meskipun tantangan masih besar satu hal kini semakin jelas bahwa generasi baru bukan hanya pewaris bumi tetapi juga kekuatan yang berani memperjuangkannya. Seorang aktivis muda yang dikutip BBC berkata bahwa kami bukan suara masa depan karena kami adalah suara hari ini yang menuntut perubahan sekarang.
_____________
artikel ini disarikan dari berbagai sumber











