Cek Kesehatan Gratis Jangkau 109 Juta Warga Indonesia Sepanjang 2026

RBN || Jakarta

Sebanyak 109.300.240 orang telah mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis sepanjang 2026. Pada periode yang sama, 21 rumah sakit baru di daerah tertinggal mulai beroperasi, sementara estimasi insiden tuberkulosis (TB) untuk pertama kalinya menunjukkan tren penurunan.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan capaian tersebut dalam konferensi pers “2 Tahun Pemerintahan Bidang Kesehatan” di Kantor Kementerian Kesehatan, Kamis (22/10). Ketiga capaian itu menjadi bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) selama dua tahun pemerintahan di bidang kesehatan.

Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) telah melayani 109.300.240 jiwa dari target 130.344.650 sasaran. Layanan tersebut mencakup sekitar 88 juta peserta CKG tahunan dan 21 juta peserta CKG sekolah, dengan total pendaftar mencapai 116.313.018 orang.

CKG kini tersedia di 10.319 Puskesmas atau 99,8 persen dari total Puskesmas teregistrasi, serta telah menjangkau 514 kabupaten/kota di 38 provinsi. Pemeriksaan difokuskan pada deteksi hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi, dan obesitas yang menjadi faktor risiko utama penyakit jantung, stroke, dan gagal ginjal.

“Kalau kita bisa mengukur keempat faktor risiko tadi, obesitas, tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, sama kolesterol tinggi kita bisa menurunkan sampai 80 persen dari kematian yang disebabkan oleh penyakit kardiovaskular,” ujar Budi.

Di sisi layanan rujukan, pemerintah membangun 66 RSUD di daerah tertinggal. Sebanyak 21 rumah sakit dari batch 1 dan 2 tahun 2025 telah rampung dan beroperasi, sementara 20 rumah sakit batch 3 dan 4 dibangun pada 2026.

Untuk penanganan TB, estimasi kasus 2026 turun menjadi 1.080.000 dari 1.092.000 pada 2024. Hingga Oktober, 666.985 kasus telah ditemukan dan 599.425 pasien atau 90 persen dari target telah memulai pengobatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *