BNPB Kerahkan Helikopter dan Pesawat dari Kalimantan untuk Padamkan Karhutla di Jawa Timur

RBN || Jakarta

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menambah kekuatan armada udara untuk mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah kawasan pegunungan Jawa Timur. Bantuan berupa helikopter pemadam kebakaran dan pesawat modifikasi cuaca didatangkan dari Kalimantan untuk mendukung operasi di wilayah terdampak.

Penguatan penanganan difokuskan pada kawasan Gunung Arjuno, Bromo, Semeru, Butak, hingga Ijen yang menjadi prioritas pengendalian kebakaran. Kondisi geografis pegunungan membuat dukungan pemadaman dari udara diperlukan untuk membantu petugas menjangkau titik api yang sulit diakses melalui jalur darat.

Sebagai langkah percepatan, BNPB menyiapkan satu helikopter water bombing dari Kalimantan Selatan yang akan diterbangkan menuju Malang. Sementara itu, satu pesawat Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dari Kalimantan Barat turut dikerahkan untuk mendukung upaya penanggulangan kebakaran.

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menjelaskan bahwa penambahan armada merupakan tindak lanjut arahan Kepala BNPB Letjen TNI Kristomei Sianturi. Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan efektivitas penanganan kebakaran di berbagai wilayah pegunungan Jawa Timur.

“Penambahan satu helikopter water-bombing dari Kalimantan Selatan akan dikirim menuju Malang. Selain itu, satu pesawat OMC dari Kalimantan Barat juga dikerahkan untuk mengoptimalkan penanganan di wilayah Jatim,” kata Berton, Minggu (25/10/2026).

Helikopter water bombing akan digunakan untuk menjatuhkan air dari udara ke kawasan kebakaran yang membutuhkan penanganan langsung. Adapun pesawat OMC berfungsi mendukung upaya peningkatan peluang turunnya hujan melalui pemanfaatan kondisi atmosfer yang memungkinkan.

Meski tambahan armada disiapkan, BNPB tetap mempertimbangkan kebutuhan penanganan karhutla di daerah lain, terutama Kalimantan. Sejumlah armada udara masih diperlukan di wilayah tersebut sehingga pengerahannya harus disesuaikan dengan perkembangan situasi kebakaran.

Koordinasi antardaerah menjadi bagian penting dalam memastikan bantuan udara dapat dimanfaatkan secara optimal tanpa mengurangi kesiapsiagaan wilayah lainnya. Dengan tambahan dukungan tersebut, BNPB berupaya mempercepat pengendalian titik api sekaligus mencegah kebakaran meluas ke kawasan hutan lainnya.

Sumber: Inilah.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *