RBN || Jakarta
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyampaikan bahwa hingga awal Mei 2026, penyerapan gabah petani di dalam negeri telah mencapai 2,4 juta ton setara beras. Capaian ini menjadi bagian dari upaya penguatan cadangan beras pemerintah (CBP) dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
Rizal menjelaskan, angka tersebut mendekati 60 persen dari target nasional tahun 2026 yang sebesar 4 juta ton setara beras. “Dan sampai tanggal 6 Mei ini (2026), kami sudah mencapai lebih dari 2,4 juta ton (penyerapan gabah setara beras). Jadi hampir mencapai sekitar 60 persen dari total target 4 juta ton,” kata Rizal di Jakarta, Rabu (6/5/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan saat peninjauan langsung stok cadangan beras pemerintah di Gudang Bulog Sunter, Kelapa Gading, Jakarta Utara, bersama sejumlah mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI). Rizal menekankan bahwa capaian ini didukung sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyuluh pertanian, serta aparat TNI dan Polri.
Dalam proses penyerapan, Bulog menerapkan standar kualitas ketat dengan hanya menerima gabah hasil panen yang telah mencapai usia optimal. Langkah ini bertujuan menjaga mutu beras agar memiliki kualitas baik saat diproses dan disimpan dalam jangka waktu tertentu.
Saat ini, Bulog mengelola 1.555 gudang di seluruh Indonesia dengan kapasitas sekitar 3,7 juta ton. Untuk mengakomodasi peningkatan stok, Bulog juga menyewa gudang tambahan berkapasitas hampir 2 juta ton. Secara keseluruhan, stok beras nasional yang dikelola Bulog telah mencapai sekitar 5,23 juta ton, yang dinilai cukup untuk menjaga stabilitas pasokan pangan nasional ke depan.
Sumber: Antara News











