BPBD DKI Jakarta Intensifkan Modifikasi Cuaca untuk Redam Ancaman Hujan Ekstrem

  • Share
Petugas saat menyiapkan bahan semai untuk modifikasi cuaca di Jakarta, Senin (19/1/2026). ANTARA/HO-BPBD DKI

RBN || Jakarta

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus mengintensifkan upaya mitigasi cuaca ekstrem dengan melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) hari keempat. Operasi ini difokuskan pada wilayah perairan utara Jakarta dan wilayah selatan sebagai langkah strategis untuk menekan potensi hujan berintensitas tinggi di kawasan daratan ibu kota.

Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, menjelaskan bahwa OMC merupakan bagian dari ikhtiar pemerintah daerah dalam mengurangi risiko bencana hidrometeorologi yang berpotensi mengganggu aktivitas dan keselamatan warga Jakarta.

“Operasi modifikasi cuaca hari keempat ini difokuskan pada wilayah perairan utara dan wilayah selatan Jakarta untuk mengurangi potensi hujan dengan intensitas tinggi di wilayah daratan,” ujar Yohan di Jakarta, Senin.

Pelaksanaan OMC dilakukan melalui tiga sorti penerbangan pesawat CASA 212 A-2105 yang berpangkalan di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi lintas instansi antara BPBD DKI Jakarta, BMKG, TNI Angkatan Udara, serta PT Rekayasa Atmosphere Indonesia.

Sorti pertama dilakukan pada pagi hari dengan penyemaian awan di perairan utara Jakarta pada ketinggian 8.000 hingga 12.000 kaki, menggunakan 800 kilogram Natrium Klorida (NaCl). Strategi ini bertujuan untuk meluruhkan awan hujan agar presipitasi terkonsentrasi di wilayah laut sebelum mencapai daratan.

Sorti kedua kembali menyasar perairan barat laut hingga utara Jakarta pada ketinggian 9.000–10.000 kaki dengan target awan Cumulus, menggunakan 800 kilogram NaCl untuk mengoptimalkan pengendalian hujan.

Sementara itu, sorti ketiga dilaksanakan siang hari dengan penyemaian di wilayah udara Bogor dan Depok pada ketinggian 5.000–6.000 kaki, menggunakan 800 kilogram Kalsium Oksida (CaO) guna memecah awan hujan yang berpotensi bergerak ke Jakarta.

Yohan menegaskan, penentuan lokasi dan ketinggian penyemaian dilakukan berdasarkan analisis BMKG terkait arah angin dan perkembangan awan. Evaluasi dan koordinasi harian akan terus dilakukan demi memastikan efektivitas upaya mitigasi cuaca ekstrem.

Sumber: ANTARA

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *