RBN || Jakarta
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menjadi salah satu kebijakan sosial terbesar Indonesia dengan target jutaan pelajar dan kelompok rentan sebagai penerima manfaat, namun jika dibandingkan dengan program serupa di sejumlah negara, terdapat perbedaan dalam skema pendanaan, tata kelola, hingga pengawasan mutu.
Di India misalnya, program makan siang sekolah nasional telah berjalan puluhan tahun dengan sistem distribusi berbasis komunitas dan pengawasan ketat pemerintah daerah, sementara Brasil mengintegrasikan program makan sekolah dengan pemberdayaan petani lokal sehingga rantai pasoknya lebih stabil dan berdampak langsung pada ekonomi desa.
Indonesia sendiri masih menghadapi tantangan dalam memastikan standar gizi, keamanan pangan, serta efektivitas distribusi di wilayah yang sangat luas dan beragam, meskipun pemerintah menilai MBG sebagai investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, menekan angka stunting, dan memperkuat ketahanan sosial.
Perbandingan ini menunjukkan bahwa keberhasilan program makan gratis tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran, tetapi juga konsistensi regulasi, transparansi pengelolaan, serta kolaborasi lintas sektor agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat secara berkelanjutan.
Sumber: Investor.id











