PBVSI Siapkan Naturalisasi Empat Atlet Muda Brasil untuk Perkuat Timnas Voli Menuju Olimpiade 2032

  • Share
Foto: NOC Indonesia

RBN || Jakarta

Pengurus Pusat Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PP PBVSI) tengah mempercepat rencana naturalisasi empat atlet muda asal Brasil sebagai bagian dari strategi jangka panjang memperkuat tim nasional voli Indonesia menuju Olimpiade Brisbane 2032.

Ketua Umum PP PBVSI Imam Sudjarwo mengatakan proses naturalisasi saat ini masih berada pada tahap penyiapan dokumen administratif. Empat atlet yang diproyeksikan terdiri dari dua pemain putra dan dua pemain putri.

“Semua naturalisasi yang pernah saya sampaikan itu ada dua putra, dua putri. Sekarang kita lagi proses mempersiapkan administrasi dan dalam waktu dekat saya mau menghadap Menpora untuk membicarakan masalah ini,” ujar Imam Sudjarwo dalam rilis resmi PBVSI, Senin (16/3/2026).

Imam menjelaskan setelah tahap awal administrasi selesai, PBVSI akan melakukan pembahasan lebih lanjut dengan Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir. Selanjutnya, usulan naturalisasi tersebut akan diajukan ke DPR untuk mendapatkan persetujuan resmi.

“Namun, saya mau ngomong, setelah lebaran saya akan ketemu beliau, yaitu membicarakan masalah naturalisasi. Nah kalau sudah clear, kita bisa mempersiapkan administrasi, tentu langkah berikutnya adalah kita ke DPR. Karena itu harus ada persetujuan persidangan DPR,” lanjutnya.

Menurut Imam, program naturalisasi ini dilakukan untuk meningkatkan daya saing tim nasional secara lebih cepat. Kehadiran pemain baru diharapkan dapat menambah kualitas tim sekaligus memacu semangat atlet lokal untuk berkembang.

“Kenapa kita harus naturalisasi? Tentu kita punya proses yang panjang yaitu kita ingin menuju ke Olimpiade Brisbane 2032. Sehingga kita mempersiapkan tim yang bagus itu yang pertama. Kemudian yang kedua supaya bisa membangun motivasi bagi atlet-atlet nasional kita,” katanya.

PBVSI membidik atlet muda dari Brasil agar mereka dapat berkembang bersama tim nasional dalam jangka waktu panjang. Imam menyebut para pemain yang diproyeksikan masih berusia sekitar 17 tahun.

“Kita dari Brasil lah,” kata Imam saat menjelaskan asal calon pemain naturalisasi.

“Belum, belum ada. Dia masih muda-muda. Kan kita cari yang umur 17. Pokoknya umur yang masih muda yang kita ambil sehingga punya jangka panjang,” jelasnya.

Meski begitu, Imam menegaskan program naturalisasi tidak akan menghambat pembinaan atlet lokal. PBVSI tetap menjalankan program pengembangan pemain muda melalui berbagai program dan kompetisi.

“Proyek jangka panjang makanya kita mempersiapkan juga ini Garuda Jaya ini kan kita mainkan yang muda-muda, besok ini kita carikan pengalaman,” ujarnya.

Ia juga memastikan bahwa atlet lokal tetap menjadi fondasi utama tim nasional. Naturalisasi akan dilakukan secara terbatas dengan mempertimbangkan keseimbangan komposisi pemain.

“Kita juga tidak ingin mematikan dari atlet nasional. Tidak boleh. Kita boleh naturalisasi tetapi juga kita ada persentasenya,” tegas Imam.

Menurut Imam, empat atlet yang masuk dalam rencana naturalisasi tersebut sudah memberikan sinyal positif untuk bergabung dengan Indonesia. Saat ini PBVSI masih mempelajari berbagai aspek regulasi agar proses naturalisasi berjalan sesuai aturan.

“Pada intinya, empat ini sudah siap karena mereka sudah diinfokan dan mereka mau,” ucapnya.

Selain merekrut pemain, PBVSI juga berencana mendatangkan pelatih dari Brasil untuk membantu meningkatkan kualitas tim nasional voli putra Indonesia yang akan menghadapi sejumlah agenda internasional dalam waktu dekat.

Sumber: Okezone

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *