Internasionalisasi Cerdas: Membawa Dunia ke Kampus, Membawa Kampus ke Masyarakat

  • Share

RBN ||Indonesia 

Internasionalisasi kampus kini menjadi langkah penting bagi perguruan tinggi di Indonesia untuk bersaing di tingkat global. Melalui kerja sama dengan universitas luar negeri, pertukaran pelajar, dan program berstandar internasional, kampus membekali mahasiswa dengan wawasan global. Proses ini tidak hanya meningkatkan kualitas pendidikan, tetapi juga membuka peluang kolaborasi lintas budaya dan riset bersama. Internasionalisasi menjadikan kampus lebih terbuka, modern, dan relevan dengan kebutuhan dunia saat ini.

“Internasionalisasi itu enggak cuman mengirim mahasiswa student exchange atau teacher exchange ya, lecture exchange atau bahkan pokoknya kalau pakai bahasa Inggris internasional gitu ya. Jadi pada intinya semua sebenarnya maknanya lebih luas. Jadi, bagaimana proses menyelaraskan seluruh aspek kehidupan di perguruan tinggi dalam ekosistem pendidikan tinggi yaitu kurikulum, riset, governance-nya. Dan yang paling penting adalah budaya organisasinya agar sesuai dengan standar atau dinamika global tanpa harus kehilangan konteks lokal” demikian ujar Prof. Dr. Ir. Richardus Eko Indrajit di sela bincang online inspiratif beberapa waktu lalu.

Mutu akademik dan branding merupakan dua hal yang tidak bisa dipisahkan dan yang paling penting keduanya itu harus menuju kepada yang namanya relevansi/keterkaitan.

“Relevansi ini sangat penting. Kenapa? Karena banyak orang yang terjebak pada meningkatkan mutu dengan sedemikian rupa, papernya banyak, penelitiannya banyak gitu ya, sertifikatnya banyak tapi tidak relevan dengan kebutuhan”imbuhnya lagi.

Prof Eko juga menyoroti tentang tidak semua kampus harus go internasional.

“setiap daerah di Indonesia pasti memiliki permasalahan yang masing-masing, pasti memiliki harapan terhadap pendidikan tingginya masing-masing untuk daerah itu. Kampus-kampus di Indonesia itu heterogen,  kalau masalahnya heterogen ya berarti solusinya juga harus heterogen dong. Jadi sebenarnya kampus itu nomor satu adalah tidak berada di ruang hampa, tetapi dia adalah harapan dari masyarakat di sekitarnya agar masyarakat itu bisa bertransformasi kualitas hidupnya lebih baik melalui produk dan out come yang keluar dari kampus itu. Apakah manusianya, apakah ilmu pengetahuannya atau program-program yang dihasilkannya. Jadi itu yang saya katakan, tidak semua harus go internasional, banyak sekali yang membutuhkan orang-orang berpendidikan tinggi untuk menyelesaikan masalah yang terjadi di masyarakat”. Tutupnya

Internasionalisasi kampus memang penting, tetapi bukan satu-satunya jalan untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Setiap kampus memiliki karakter dan konteks sosial yang berbeda. Sebagian besar tantangan di masyarakat justru membutuhkan solusi yang berbasis lokal dan relevan dengan kebutuhan sekitar.

Oleh karena itu, internasionalisasi sebaiknya tidak dijadikan tujuan utama semua kampus, melainkan sebagai strategi yang disesuaikan dengan visi, misi, dan potensi masing-masing perguruan tinggi.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *