RBN || Surabaya
Menjelang perayaan Natal 2025, Universitas Kristen Petra (UK Petra) Surabaya menghadirkan suasana perayaan yang tidak hanya meriah, tetapi juga reflektif dan sarat makna. Sebuah Pohon Natal setinggi tujuh meter berdiri megah di lantai 6 Perpustakaan UK Petra, mengusung tema “Terang dari Timur” dengan nuansa budaya Papua.
Berbeda dari dekorasi Natal pada umumnya, pohon Natal berbahan kain ini menjadi simbol perjumpaan iman, budaya, dan kemanusiaan. Instalasi tersebut dapat dikunjungi hingga 31 Januari 2026, mengajak pengunjung untuk merenungkan makna Natal yang merangkul seluruh pelosok Indonesia, dari barat hingga timur.
Rektor UK Petra, Prof. Rolly Intan, mengatakan tema “Terang dari Timur” menggambarkan nilai-nilai universal yang dibawa oleh Natal.
“Terang itu melambangkan kebaikan, keadilan, kebenaran, keselamatan, dan keramahtamahan. Timur dipilih karena tahun ini kami merayakan Natal dalam budaya Papua, yang merupakan bagian paling timur Indonesia,” ujar Prof. Rolly, Kamis (18/12).
Menurut Prof. Rolly, UK Petra secara konsisten mengangkat keberagaman budaya dalam setiap perayaan Natal sebagai wujud iman yang inklusif.
“Kami percaya bahwa terang yang diwujudkan melalui kelahiran Kristus tidak diperuntukkan bagi satu budaya saja. Kristus datang untuk semua orang, termasuk saudara-saudara kita di Papua,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa makna Natal tidak berhenti pada simbol spiritual semata, tetapi juga menjadi pengingat akan tanggung jawab sosial untuk saling peduli dan merangkul sesama.
Dari sisi visual, Pohon Natal “Terang dari Timur” memadukan rangka kayu, lampu Natal, serta kain bermotif generative-AI. Pendekatan ini mencerminkan identitas UK Petra sebagai AI-Native Campus yang tetap menjunjung tinggi pelestarian budaya lokal.
Kekayaan detail instalasi diperkuat dengan kehadiran 28 tifa, perisai Asmat, tombak, noken, manik-manik, patung, hingga replika rumah honai khas Papua Pegunungan dan Papua Tengah. Seluruh elemen tersebut menghadirkan suasana Natal yang hangat, membumi, dan penuh makna.
Kepala Perpustakaan UK Petra, Dian Wulandari, mengatakan tema “Terang dari Timur” memiliki makna spiritual yang mendalam.
“Secara spiritual, ini melambangkan hadirnya terang Kristus yang menyinari dunia, seperti matahari terbit dari timur yang selalu membawa harapan baru,” ujarnya.
Ia menambahkan, pengangkatan Papua sebagai simbol Timur Indonesia menegaskan bahwa kasih Natal menjangkau seluruh Nusantara.
“Pohon ini menuntun kita kembali kepada Sang Terang, Yesus Kristus, yang lebih dahulu memberi dan mengasihi. Dengan menonjolkan Papua sebagai Timur Indonesia, kita menegaskan bahwa terang kasih, misi, dan kepedulian Natal menjangkau seluruh pelosok negeri,” pungkasnya.
Sumber: Kompas











