BMKG Peringatkan Angin Kencang di Jabodetabek, Warga Diminta Waspada hingga 17 Desember

  • Share
BMKG Peringatkan Angin Kencang di Jabodetabek, Warga Diminta Waspada hingga 17 Desember
BMKG Peringatkan Angin Kencang di Jabodetabek, Warga Diminta Waspada hingga 17 Desember

RBN || Jakarta

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Jabodetabek selama tiga hari ke depan, terhitung 15–17 Desember. Peringatan ini terutama menyoroti potensi angin kencang di sejumlah wilayah, termasuk Jakarta dan Tangerang.

Dalam periode tersebut, BMKG menyebut potensi hujan lebat tidak merata. Namun, angin kencang diperkirakan terjadi di beberapa wilayah dan berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat.

Pada Selasa (16/12), hujan masih berpotensi terjadi di Kabupaten Bogor dengan intensitas sedang hingga lebat. Sementara wilayah yang berpeluang mengalami angin kencang meliputi Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, Tangerang Selatan, Jakarta Utara, dan Kepulauan Seribu.

Memasuki Rabu (17/12), wilayah dengan potensi angin kencang relatif masih sama. Namun, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diperkirakan meluas ke Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Kepulauan Seribu, Kota Bogor, dan Kota Depok, selain Kabupaten Bogor.

BMKG mengimbau masyarakat untuk mewaspadai dampak angin kencang, seperti pohon tumbang, baliho roboh, dan gangguan transportasi.

Dalam Prospek Cuaca Mingguan periode 12–18 Desember, BMKG menjelaskan bahwa kondisi cuaca saat ini dipengaruhi oleh berbagai fenomena atmosfer, baik global, regional, maupun lokal.

Pada skala global, Dipole Mode Index (DMI) tercatat berada di angka −0,63, yang menandakan peningkatan potensi pembentukan awan hujan, khususnya di wilayah Indonesia bagian barat.

Sementara itu, kondisi ENSO berada pada kategori netral, ditandai dengan nilai Nino 3.4 sebesar −0,45 dan Southern Oscillation Index (SOI) +2,7, sehingga tidak berdampak signifikan terhadap peningkatan hujan di wilayah Indonesia bagian timur.

Pada skala regional, aktifnya Gelombang Kelvin dan Gelombang Rossby Ekuator di wilayah Samudra Hindia barat Kepulauan Mentawai, Pulau Jawa, dan Bali turut mendorong pertumbuhan awan hujan di wilayah tersebut.

BMKG juga melaporkan adanya satu siklon tropis dan dua bibit siklon tropis yang saat ini aktif.

Siklon Tropis Bakung, yang terbentuk pada 12 Desember, berada di Samudra Hindia barat daya Lampung dan diperkirakan bergerak menjauhi wilayah Indonesia ke arah timur-tenggara. Meski demikian, siklon ini masih berpotensi memicu hujan sedang hingga lebat di Bengkulu dan Lampung.

Sementara itu, Bibit Siklon Tropis 93S terpantau di Samudra Hindia selatan Jawa Timur dengan peluang rendah berkembang menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan. Bibit ini berpotensi menyebabkan hujan sedang hingga lebat di Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, hingga Nusa Tenggara Barat, serta angin kencang di Jawa Timur dan Bali.

Adapun Bibit Siklon Tropis 95S, yang terdeteksi pada Senin (15/12) di wilayah Laut Arafura barat Papua Selatan, juga memiliki peluang rendah menjadi siklon tropis. Namun, bibit ini berpotensi memicu hujan sedang hingga lebat di Papua Selatan dan hujan lebat hingga sangat lebat di Maluku Tenggara.

Sumber: CNN

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *