RBN || Kendal
Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Jawa Tengah terus memperluas edukasi dan layanan deteksi dini kanker serviks serta kanker payudara. Upaya ini dilakukan untuk menjaga kesehatan reproduksi perempuan yang kasusnya masih tergolong tinggi di wilayah tersebut.
Langkah itu diwujudkan melalui kegiatan IVA Test (Inspeksi Visual Asam Asetat), Sadanis (Pemeriksaan Payudara Klinis), dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digelar di Kantor Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal, Kamis (11/12).
Ketua TP PKK Jateng, Nawal Arafah Yasin, memantau langsung jalannya pemeriksaan yang diikuti puluhan perempuan. Selain layanan medis, PKK juga memberikan edukasi mengenai pencegahan kanker serviks dan kanker payudara.
“Alhamdulillah hari ini kita melakukan IVA Test, Sadanis, dan cek kesehatan gratis. Kita juga memberikan sosialisasi tentang pencegahan kanker,” ujar Nawal.
Nawal mengajak perempuan untuk rutin melakukan pemeriksaan di fasilitas kesehatan tingkat pertama. Ia menegaskan, kasus kanker serviks dan payudara di Jawa Tengah masih tinggi.
Data Dinas Kesehatan tahun 2024 menunjukkan 2.515 perempuan di Jateng didiagnosis kanker serviks dan 13.570 perempuan menderita kanker payudara.
Karena itu, Nawal mendorong kader PKK turut memperkuat program skrining DNA Human Papillomavirus (HPV) yang ditargetkan menyasar 9 juta perempuan pada 2030. Hingga kini, baru 53.907 perempuan yang mengikuti skrining tersebut.
“Kita perlu sinergi dari banyak pihak, termasuk PKK. Hari ini juga hadir lima organisasi perempuan yang ikut mendukung,” jelasnya.
Pada kegiatan di Kendal, tercatat 60 perempuan mengikuti IVA Test. Ke depan, pemeriksaan serupa akan terus digencarkan dan diintegrasikan dengan program Dokter Spesialis Keliling (Speling) yang telah menjangkau lebih dari 1.278 desa di Jateng.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Jateng, Irma Makiah, mengatakan pihaknya terus memperkuat layanan skrining HPV dan IVA Test. Program ini juga didukung vaksinasi HPV untuk anak usia sekolah.
Dinkes Jawa Tengah telah mencatat bahwa sebanyak 53.907 wanita usia 30–69 tahun mengikuti skrining DNA HPV (2024–September 2025). Kemudian, sebanyak 408.490 wanita usia 30–50 tahun menjalani IVA Test (2023–2025).
Dina Prabandari, warga Desa Tampingan, mengaku terbantu dengan layanan IVA Test yang ia ikuti untuk pertama kalinya.
“Awalnya saya takut kalau sakit, tapi teman bilang tidak sakit. Jadi saya berani ikut, dan alhamdulillah hasilnya bagus,” ungkap Dina.
Sumber: Diskominfo Jateng











