Bulungan Luncurkan GERBANG BISA: Gerakan Bahasa Isyarat untuk Layanan Publik Inklusif

  • Share
Bulungan Luncurkan GERBANG BISA: Gerakan Bahasa Isyarat untuk Layanan Publik Inklusif
Bulungan Luncurkan GERBANG BISA: Gerakan Bahasa Isyarat untuk Layanan Publik Inklusif

RBN || Tanjung Selor, Kalimantan Utara

Peluncuran GERBANG BISA Gerakan Bulungan Berbahasa Isyarat menjadi penutup rangkaian Hari Kesehatan Nasional ke-61 yang digelar di Kawasan Tebukayan, Tanjung Selor, pada Minggu 16 November. Program ini diinisiasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bulungan dengan dukungan Yayasan Faqih Hasan Center sebagai langkah memperkuat kemampuan bahasa isyarat di lingkungan pendidikan dan pelayanan publik.

GERBANG BISA dirancang untuk menciptakan layanan yang lebih inklusif bagi masyarakat tuli. Pemerintah Kabupaten Bulungan menargetkan penggunaan bahasa isyarat di sekolah, kantor pelayanan, hingga kegiatan resmi pemerintah sebagai upaya menghapus hambatan komunikasi dan menjamin kesetaraan akses.

Bupati Bulungan, Syarwani S Pd M Si, dalam sambutannya menegaskan bahwa pemerataan akses pendidikan dan pelayanan bagi seluruh warga merupakan komitmen utama pemerintah. Ia menekankan bahwa anak-anak berkebutuhan khusus harus memperoleh kesempatan yang sama tanpa diskriminasi. Menurutnya, gerakan Bulungan berbahasa isyarat adalah wujud nyata dalam mewujudkan layanan yang inklusif.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bulungan, Drs Suparmin, menjelaskan bahwa program GERBANG BISA menjadi langkah konkret dalam membangun komunikasi yang setara di satuan pendidikan. Program ini akan dilengkapi pelatihan instruktur, penerapan di sekolah percontohan, serta kerja sama dengan komunitas disabilitas untuk memastikan implementasi berjalan efektif. Guru, tenaga kependidikan, dan peserta didik diharapkan dapat mengenal bahasa isyarat dasar sehingga lingkungan sekolah menjadi lebih aman dan ramah bagi masyarakat tuli.

Sebagai bagian dari launching, peserta termasuk Bupati Bulungan mengikuti sesi pengenalan bahasa isyarat dasar yang dipandu tutor dari Yayasan Faqih Hasan Center. Beberapa kosakata sederhana seperti sapaan dan ekspresi sehari-hari dipraktikkan bersama, dan mendapat respons antusias dari masyarakat.

Melalui GERBANG BISA, Pemerintah Kabupaten Bulungan berharap pelayanan publik semakin inklusif serta memperkuat hak komunikasi penyandang disabilitas rungu. Program ini diharapkan menjadi langkah awal menuju Bulungan yang lebih ramah, terbuka, dan setara bagi seluruh warganya.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *