AI Barat Diduga Jadi Bahan Pengembangan Teknologi Pertahanan China

  • Share
Ilustrasi. (Foto: AP Photo/Michael Dwyer)

RBN || Jakarta

Persaingan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) antara Amerika Serikat (AS) dan China kembali menjadi sorotan. Kali ini, perhatian tertuju pada dugaan pemanfaatan keluaran model AI buatan perusahaan teknologi Barat untuk mendukung pengembangan sistem kecerdasan buatan di sektor pertahanan China.

Hasil penelusuran Reuters terhadap lebih dari 80 makalah akademis dan dokumen pengajuan paten menemukan indikasi bahwa sejumlah lembaga yang memiliki hubungan dengan Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) menggunakan keluaran model AI dari OpenAI dan Anthropic.

Keluaran tersebut diduga dimanfaatkan sebagai bahan untuk mengembangkan model AI yang dibuat dan dikendalikan secara lokal di China.

Investigasi tersebut juga merujuk pada sejumlah materi yang dikumpulkan Jamestown Foundation, lembaga penelitian yang berbasis di Washington, Amerika Serikat.

Salah satu metode yang menjadi sorotan adalah model distillation atau penyulingan model. Teknik ini memungkinkan respons yang dihasilkan model AI berkemampuan tinggi digunakan sebagai data sintetis untuk membantu melatih model AI lain yang lebih kecil dan dapat dikembangkan secara lokal.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa pemanfaatan teknik tersebut tidak terbatas pada satu bidang. Pengembangannya disebut mencakup berbagai kebutuhan strategis, termasuk teknologi perangkat tempur, peperangan laut, operasi siber hingga sistem pemantauan sosial.

Perkembangan ini menambah dimensi baru dalam persaingan teknologi antara Washington dan Beijing. Selain berlomba mengembangkan model AI yang semakin canggih, kedua negara juga tengah berhadapan dengan persoalan mengenai penggunaan teknologi tersebut untuk kepentingan keamanan dan pertahanan.

Meski demikian, temuan mengenai penggunaan keluaran model AI Barat tersebut menjadi indikasi bahwa perkembangan teknologi kecerdasan buatan tidak hanya berlangsung melalui pengembangan model dari awal, tetapi juga melalui pemanfaatan dan pengolahan keluaran dari sistem AI yang telah tersedia.

Sumber: Berita Satu

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *