RBN || Sydney
Kisah sukses diaspora Indonesia kembali hadir dari Australia. Nixon Alex, pria kelahiran Medan, berhasil membangun Kaizen Food Group, perusahaan yang kini menaungi berbagai merek kuliner Jepang ternama di Sydney dan Melbourne.
Sebelum terjun ke industri makanan dan minuman (F&B), Nixon mengawali karier sebagai akuntan. Setelah menetap di Australia, ia juga berkiprah di bidang pembiayaan dan properti. Meski telah memiliki karier yang mapan dengan pendapatan tinggi, ia memilih meninggalkan zona nyaman untuk membangun bisnis kuliner dari nol.
Keputusan tersebut berawal ketika Nixon melihat peluang besar pada kuliner Jepang yang dinilainya memiliki daya tarik lebih luas di pasar Australia. Ia kemudian mendanai pembukaan restoran Mensho Tokyo di Sydney dan mulai mengembangkan bisnis melalui Kaizen Food Group.
Seiring waktu, perusahaan itu berkembang pesat hingga mengelola sedikitnya 12 merek kuliner internasional, di antaranya Mensho Tokyo Ramen, Gyukatsu Kyoto Katsugyu, Unagi Yondaime Kikukawa, Kokoro Tokyo Mazesoba, Osaka Donut Lab, dan Pizza Studio Tamaki. Operasional bisnisnya tersebar di Sydney dan Melbourne dengan sekitar 300 karyawan dari berbagai negara.
Kesuksesan Nixon tidak lepas dari keberaniannya mengambil risiko serta kedisiplinan dalam membangun kualitas bisnis. Ia terlibat langsung dalam pengelolaan operasional restoran, mulai dari pengawasan kualitas makanan hingga pelayanan kepada pelanggan.
Kaizen Food Group disebut telah menginvestasikan sekitar 30 juta dolar Australia untuk mengembangkan jaringan bisnisnya. Nilai aset perusahaan kini diproyeksikan mencapai 120 juta dolar Australia, seiring rencana ekspansi hingga 30 gerai di berbagai lokasi strategis.
Bagi Nixon, kunci utama membangun bisnis bukan hanya keberanian memulai, tetapi juga komitmen untuk bertahan menghadapi tantangan. Filosofi tersebut menjadi fondasi yang mengantarkannya dari seorang profesional di bidang keuangan menjadi pemilik salah satu kelompok bisnis kuliner Jepang yang berkembang pesat di Australia.
Perjalanan Nixon Alex menjadi bukti bahwa dengan visi yang jelas, kerja keras, dan keberanian mengambil peluang, diaspora Indonesia mampu bersaing dan membangun bisnis berskala internasional di pasar global.
Sumber: Kompas.com











