RBN || Jakarta
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menerima penghargaan dari Komisi Pemberantasan Korupsi atas keberhasilannya melampaui target pelaksanaan Program E-Learning ASN Berintegritas. Penghargaan tersebut diberikan dalam acara peluncuran nasional program yang digelar di Kantor Lembaga Administrasi Negara, Jakarta, Rabu (17/6/2026).
Piagam penghargaan diserahkan langsung oleh Ketua KPK, Setyo Budiyanto, kepada Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi.
Dalam program tersebut, KPK awalnya menetapkan target 2.500 ASN dari Jawa Tengah untuk mengikuti pelatihan. Namun, realisasinya jauh melampaui target dengan total 7.245 ASN yang berhasil menyelesaikan program, atau setara 289,8 persen dari target yang ditetapkan.
Menurut Ahmad Luthfi, program e-learning tersebut menjadi sarana penting untuk memperkuat pemahaman aparatur sipil negara mengenai integritas dan pencegahan korupsi.
“Jadi e-learning edukasi bagaimana kita mempunyai integritas, terutama dalam hal pemberantasan korupsi di tingkat ASN,” kata Luthfi.
Ia menjelaskan, Jawa Tengah memiliki sekitar 47 ribu ASN yang dituntut untuk menjunjung tinggi integritas demi mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan profesional.
“Integritas itu marwahnya suatu dinas atau institusi. Pencegahan yang dilakukan KPK ini bagus sekali. Nanti BPSDMD akan selalu menggelorakan terkait dengan e-learning ini, sehingga secara tidak langsung mendidik ASN tidak melanggar hukum,” ujarnya.
Program E-Learning ASN Berintegritas dirancang sebagai langkah pencegahan agar ASN memahami risiko penyimpangan, penyalahgunaan wewenang, dan pelanggaran hukum dalam menjalankan tugasnya.
Sementara itu, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Provinsi Jawa Tengah, Uswatun Hasanah, mengatakan capaian tersebut menunjukkan tingginya antusiasme ASN di lingkungan Pemprov Jateng terhadap program penguatan integritas.
“Artinya, secara persentase sudah 289 persen dari target. Setelah ini kita buka batch lagi, per batch itu 3.000 ASN untuk menyelesaikan sekitar 47-49 ribu ASN Pemprov Jateng,” katanya.
Secara nasional, program percontohan E-Learning ASN Berintegritas telah diterapkan di 12 kementerian dan pemerintah daerah dengan total peserta mencapai 55.493 ASN.
Ketua KPK Setyo Budiyanto memberikan apresiasi kepada seluruh instansi yang terlibat dalam pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, program ini merupakan instrumen penting dalam membangun budaya integritas di kalangan aparatur negara.
“Kegiatan ini bukan hanya untuk kepentingan KPK semata tapi kepentingan untuk ASN se-Indonesia. Total ASN kita itu sekitar 6,7 juta, ini baru 55 ribu. Program e-learning ini instrumen yang menurut saya sangat kuat. Bahkan, modulnya sudah dikoreksi oleh banyak pihak,” kata Setyo.
Keberhasilan Jawa Tengah melampaui target hampir tiga kali lipat menjadi salah satu capaian menonjol dalam pelaksanaan program nasional tersebut, sekaligus memperkuat komitmen daerah dalam menciptakan pemerintahan yang bersih, transparan, dan bebas dari praktik korupsi.
Sumber: Antara News











