RBN || Jakarta
Sekolah Tinggi Agama Hindu Dharma Nusantara Jakarta atau STAH DN Jakarta melaksanakan kegiatan study banding atau benchmarking kurikulum ke Universitas Negeri Jakarta pada Rabu, 3 Juni 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya STAH DN Jakarta dalam memperkuat mutu akademik, khususnya pengembangan Kurikulum Program Studi Magister Pendidikan Agama Hindu.
Rombongan STAH DN Jakarta dipimpin oleh Dr. Untung Suhardi, M.Fil.H., selaku Wakil Ketua II STAH DN Jakarta. Kehadiran rombongan diterima secara hangat di Kampus A Universitas Negeri Jakarta, Gedung K Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum UNJ, Lantai 2 Ruang 212, Rawamangun, oleh Dr. Aris Munandar, M.Si., selaku Wakil Dekan II, beserta jajaran pimpinan, ketua program studi, dan unsur penjaminan mutu di lingkungan FISH UNJ.
Nuansa akademik sekaligus ramah terasa sejak awal kedatangan. Rombongan STAH DN Jakarta disambut di lobi kampus oleh dua mahasiswa dan mahasiswi UNJ yang mengenakan seragam layaknya pemandu wisata. Dengan senyum ramah dan sikap profesional, keduanya memandu rombongan menuju ruang pertemuan di lantai dua. Penyambutan sederhana namun berkesan tersebut menghadirkan atmosfer yang berbeda, sekaligus mencerminkan budaya layanan akademik yang tertata dan humanis di lingkungan kampus.
Dalam sambutannya, Dr. Aris Munandar, M.Si. menyampaikan ucapan selamat datang dan apresiasi atas kunjungan STAH DN Jakarta ke Universitas Negeri Jakarta. Ia menegaskan bahwa kegiatan benchmarking ini menjadi ruang penting untuk saling berbagi pengalaman, terutama dalam penguatan kurikulum dan pengelolaan program studi magister.
“Selamat datang dan kami mengapresiasi kunjungan STAH DN Jakarta dalam kegiatan benchmarking kurikulum Program Studi Magister Pendidikan Agama Hindu,” ujar Dr. Aris Munandar.
Pada kesempatan tersebut, Dr. Aris juga memperkenalkan jajaran pimpinan, ketua program studi, serta unit penjaminan mutu yang hadir. Ia menjelaskan bahwa Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum UNJ memiliki sekitar 15 program studi, yang terdiri atas program studi kependidikan dan non-kependidikan. Keberagaman program studi tersebut menjadi salah satu kekuatan akademik UNJ dalam mengembangkan tata kelola pendidikan tinggi yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada mutu.
Sementara itu, Dr. Untung Suhardi, M.Fil.H., selaku ketua rombongan STAH DN Jakarta, menyampaikan bahwa kunjungan ini memiliki tujuan strategis. Pertama, melakukan benchmarking kurikulum; kedua, belajar dari pengalaman Universitas Negeri Jakarta dalam pengelolaan program magister; dan ketiga, memperoleh berbagai masukan konstruktif terkait pengembangan Kurikulum Program Studi Magister Pendidikan Agama Hindu di STAH DN Jakarta.
Menurutnya, pengembangan kurikulum tidak hanya berkaitan dengan susunan mata kuliah, tetapi juga menyangkut arah akademik, relevansi keilmuan, kebutuhan masyarakat, tata kelola program studi, serta jaminan mutu berkelanjutan. Oleh karena itu, benchmarking ke perguruan tinggi yang memiliki pengalaman dalam pengelolaan program magister menjadi langkah penting untuk memperluas wawasan kelembagaan.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Dr. Kadek Hemamalini, M.Fil.H selaku Kaprodi Pascasarjana STAH DN Jakarta turut menyampaikan paparan mengenai kondisi awal dan persiapan STAH DN Jakarta dalam menjalankan kurikulum pascasarjana. Paparan tersebut memberikan gambaran tentang kebutuhan penguatan kurikulum, kesiapan kelembagaan, serta langkah-langkah strategis yang perlu dilakukan agar pengelolaan program pascasarjana dapat berjalan lebih terarah, adaptif, dan sesuai dengan standar mutu pendidikan tinggi.
Dr. Kadek Hemamalini juga menekankan bahwa pengembangan kurikulum pascasarjana perlu memperhatikan relevansi keilmuan, kebutuhan pengguna lulusan, perkembangan regulasi pendidikan tinggi, serta kekhasan Pendidikan Agama Hindu sebagai bidang keilmuan yang memiliki dimensi akademik, spiritual, sosial, dan kebudayaan. Melalui benchmarking ini, STAH DN Jakarta berharap memperoleh masukan yang lebih konkret dalam menyusun arah kurikulum yang kuat, aplikatif, dan berdaya saing.
Suasana diskusi berlangsung dinamis dan penuh keterbukaan. Hampir seluruh unsur terkait di lingkungan UNJ hadir dan memberikan sharing knowledge sesuai bidang masing-masing. Pembahasan mencakup aspek pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, tata kelola program studi, hingga praktik penjaminan mutu akademik. Tidak hanya berbagi pengalaman secara lisan, pihak UNJ juga memberikan dukungan berupa dokumen-dokumen akademik yang dibutuhkan sebagai bahan pembelajaran dan pengembangan di STAH DN Jakarta.
Kegiatan benchmarking ini menunjukkan bahwa kolaborasi antarperguruan tinggi merupakan jalan penting dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang berkualitas. Melalui pertukaran gagasan, pengalaman, dan praktik baik, perguruan tinggi dapat saling menguatkan dalam menjawab tantangan perkembangan ilmu pengetahuan, kebutuhan masyarakat, serta tuntutan mutu pendidikan tinggi yang semakin kompetitif.
Bagi STAH DN Jakarta, kunjungan ini menjadi momentum reflektif untuk terus memperkuat arah pengembangan Program Studi Magister Pendidikan Agama Hindu. Program magister tidak hanya dituntut menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial, kedalaman spiritual, kemampuan riset, serta kontribusi nyata bagi pengembangan pendidikan agama Hindu di Indonesia.
Di akhir kegiatan, Dr. Untung Suhardi menyampaikan terima kasih kepada pihak Universitas Negeri Jakarta atas penerimaan yang hangat, diskusi yang produktif, serta berbagai masukan yang diberikan. Ia menyampaikan bahwa banyak insight penting yang diperoleh dari kegiatan tersebut dan dapat menjadi bekal berharga bagi penguatan kelembagaan STAH DN Jakarta ke depan.
Acara ditutup dengan saling bertukar cendera mata atau plakat antara STAH DN Jakarta dan Universitas Negeri Jakarta, dilanjutkan dengan sesi foto bersama. Momen tersebut menjadi simbol persahabatan akademik dan komitmen bersama dalam membangun pendidikan tinggi yang bermutu, terbuka, dan kolaboratif.
Kegiatan benchmarking STAH DN Jakarta ke UNJ bukan sekadar kunjungan kelembagaan, tetapi juga langkah nyata dalam membangun jejaring akademik, memperkuat mutu kurikulum, serta meneguhkan komitmen perguruan tinggi Hindu dalam menghadirkan pendidikan yang relevan, unggul, dan berdaya saing.
Reportase: Agung Patera




