RBN || Surabaya
Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (Dinkopumdag) Kota Surabaya akhirnya memberikan penjelasan terkait video viral yang memperlihatkan truk bertuliskan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) diduga mengambil stok barang dari gudang Indomarco di Surabaya.
Video yang ramai beredar di media sosial Threads itu memperlihatkan dua truk putih berlogo Koperasi Desa Merah Putih keluar dari sebuah gudang bergate biru sambil membawa muatan kardus dalam jumlah besar. Unggahan tersebut memicu beragam spekulasi dari warganet.
“Keciduk, mobil Kopdes mengambil barang di PT Indomarco,” tulis akun Threads @emaknyaab dalam unggahan yang viral sejak Senin (17/5).
Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Koperasi Dinkopumdag Kota Surabaya, Reza Fahreddy, menjelaskan kerja sama antara KDMP dengan Indomarco memang terjadi melalui kolaborasi antara PT Agrinas dan Indofood.
“Versinya Indo Food yang ke kami, mereka itu kan ke kita, ke dinas. Di situ menginformasikan bahwa Indofood sebagai principal sudah bekerja sama dengan PT Agrinas,” kata Reza, Rabu (20/5/2026).
Menurut Reza, Indomarco berperan sebagai distributor atau penyalur barang untuk memenuhi kebutuhan stok di gerai KDMP maupun KKMP yang dikelola PT Agrinas.
“Jadi pada waktu pemenuhan barang di gerainya KKMP yang dikelola, berarti otomatis distributornya yang ditunjuk ya distributornya Indomarco, kan begitu,” jelasnya.
Ia menegaskan kerja sama distribusi tersebut bukan merupakan kebijakan Pemerintah Kota Surabaya. Pemkot, kata dia, hanya bertugas menyediakan fasilitas aset dan melakukan pembinaan kelembagaan koperasi.
“Kita memfasilitasi aset saja dan membina. Membina kelembagaannya ya,” ungkap Reza.
Terkait lokasi pasti gudang dalam video viral tersebut, Reza mengaku belum mengetahui detail tempat kejadian. Namun, ia menilai masyarakat wajar terkejut karena belum memahami skema distribusi barang di balik operasional koperasi tersebut.
“Waduh, itu di rungkut (atau di mana) saya kurang tahu. Tapi kalau itu, orang tahunya itu anunya (suppliernya) Indomaret, ya wajar-wajar saja wong memang kerja samanya dengan Indofood,” katanya.
Ia juga memahami munculnya berbagai respons di media sosial lantaran banyak masyarakat belum mengetahui siapa pihak pemasok barang untuk toko-toko yang berada di bawah pengelolaan PT Agrinas.
“Ya masyarakat tidak tahu (tidak banyak yang tahu). Di balik ini (KDMP/KKMP) sopo sing dadi supplier-supplier di tokonya Agrinas ini. Kan itu masalahnya,” pungkasnya.
Sumber: Berita Jatim











