RBN || Jakarta
Perselisihan antara penulis buku sekaligus kreator konten Ahmad Bahar dengan anggota organisasi masyarakat GRIB Jaya akhirnya diselesaikan secara kekeluargaan setelah sempat memicu kegaduhan di Kota Depok.
Rumah Ahmad Bahar di kawasan Cimanggis sempat didatangi sejumlah anggota GRIB Jaya pada Jumat (15/05/2026). Kedatangan mereka berkaitan dengan dugaan pesan ancaman yang dikirim kepada Ketua Umum GRIB Jaya, Rosario de Marshall alias Hercules, beserta istrinya.
Belakangan diketahui, Ahmad Bahar mengaku nomor handphone miliknya dan anaknya diduga diretas atau dikloning oleh pihak tak dikenal. Nomor tersebut kemudian disebut digunakan untuk mengirim pesan bernada ancaman.
“HP saya dan HP anak saya di-hack, bahasa lainnya dikloning. Sehingga ada video-video tertentu yang itu bukan punya saya. Itu barangkali yang menjadi sumber pemicu kesalahpahaman,” kata Ahmad Bahar dalam video klarifikasi yang dibuat bersama pihak GRIB Jaya pada Senin (18/05/2026).
Selain persoalan pesan ancaman, beredar pula sejumlah video di media sosial yang mencatut nama Ahmad Bahar dan dianggap menyinggung Hercules. Hal itu membuat anggota GRIB Jaya kembali mendatangi rumah Ahmad Bahar pada Minggu (17/05/2026) untuk meminta penjelasan langsung.
Ahmad Bahar menjelaskan dirinya memang aktif membuat konten komentar terkait isu-isu aktual di TikTok. Ia menyebut kemungkinan terjadi kesalahpahaman atas video yang dibuatnya.
“Jadi intinya, saya memang TikToker, saya penulis buku, dan biasa melakukan hal-hal yang berkaitan dengan mengomentari berita. Kebetulan ada berita Pak Amien Rais dan Pak Hercules, saya komentari, tapi barangkali ada yang salah paham,” ujarnya.
Ia juga menduga ada pihak lain yang menduplikasi atau memanipulasi video miliknya sehingga menimbulkan polemik di media sosial.
Kasus tersebut akhirnya dimediasi dan berakhir damai setelah kedua belah pihak bertemu serta memberikan klarifikasi masing-masing.
Sumber: Detik News











