Nahkoda Kapal Wisata di Jepara Tewas Tersambar Petir Saat Antar Penumpang dari Pulau Panjang

  • Share
Foto: Tribunnews

RBN || Jepara

Peristiwa tragis terjadi di perairan Pantai Bandengan, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Seorang nahkoda kapal wisata bernama Aji Santoso (25) meninggal dunia setelah tersambar petir saat membawa penumpang kembali dari Pulau Panjang, Kamis (14/5/2026) sore.

Korban diketahui merupakan warga Desa Ngeling, Kecamatan Pecangaan, Jepara.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Jepara, Arwin Noor Isdiyanto, mengatakan insiden terjadi sekitar pukul 15.30 WIB ketika cuaca di kawasan perairan Bandengan sedang buruk.

“Korban tersambar petir saat kapal dalam perjalanan menuju Dermaga Penyeberangan Pantai Bandengan,” ujar Arwin saat dikonfirmasi, Sabtu (16/5/2026).

Menurut dia, sebelumnya korban mengemudikan Kapal Wisata Bahari 01 yang mengangkut wisatawan dari Pantai Bandengan menuju Pulau Panjang sekitar pukul 12.00 WIB.

Setelah para wisatawan menikmati liburan di Pulau Panjang, kapal sempat bersiaga di dermaga pulau sebelum akhirnya kembali menuju Pantai Bandengan sekitar pukul 15.00 WIB.

“Setelah sampai di Pulau Panjang, kapal tidak langsung balik ke Pantai Bandengan, melainkan standby di Dermaga Pulau Panjang,” jelasnya.

Saat perjalanan pulang, kondisi cuaca dilaporkan memburuk dengan hujan deras, angin kencang, dan petir yang terus menyambar di sekitar perairan.

Meski demikian, kapal tetap melanjutkan perjalanan menuju daratan. Namun nahas, ketika kapal berjarak sekitar 300 meter dari Dermaga Penyeberangan Pantai Bandengan, petir tiba-tiba menyambar kapal dan mengenai korban.

Insiden itu disaksikan oleh beberapa nahkoda kapal lain yang berada di sekitar lokasi. Mereka segera mendekati kapal korban untuk memberikan bantuan.

Kapal kemudian diarahkan ke dermaga agar seluruh penumpang bisa segera dievakuasi dengan aman. Sementara itu, Aji Santoso langsung dilarikan ke Rumah Sakit Islam Sultan Hadlirin untuk mendapatkan penanganan medis.

“Sesampai di RSI Sultan Hadlirin, korban sudah dinyatakan meninggal,” kata Arwin.

Peristiwa tersebut menjadi pengingat bagi para nelayan maupun operator wisata laut untuk meningkatkan kewaspadaan saat cuaca ekstrem melanda wilayah perairan.

Sumber: Tribunnews

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *