Pemkab Bekasi Minta Satgas MBG Bergerak Kawal Distribusi dan Jadi Penggerak Ekonomi

  • Share
foto: Diskominfo Kab. Bekasi

RBN || Kab. Bekasi

Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi, Carwinda, meminta seluruh Satuan Tugas Makan Bergizi Gratis bergerak cepat mengawal distribusi pangan sekaligus melibatkan pemasok lokal agar program tersebut berdampak pada penurunan stunting dan peningkatan ekonomi warga saat rapat koordinasi di Gedung Kantor Bupati Bekasi (7/5/2026).

Rapat tersebut dihadiri perangkat daerah, camat, kepala puskesmas, dan organisasi profesi guna memastikan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis berjalan tepat sasaran hingga tingkat desa.

Carwinda menegaskan setiap kecamatan harus segera membentuk posko pengawasan untuk memantau distribusi makanan bergizi kepada penerima manfaat.

“Camat sebagai Kepala Satgas di Kecamatan harus segera membentuk posko pengawasan. Saya tidak ingin ada kecamatan yang lambat,” ujar Carwinda.

Pemerintah Kabupaten Bekasi juga menyiapkan delapan indikator penilaian Satgas terbaik, mulai dari monitoring terpadu, pelatihan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi, pengawasan sanitasi dapur, hingga sistem pelaporan digital.

Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Bekasi, Krido Saptono, memastikan pemutakhiran data penerima manfaat dilakukan agar bantuan diterima masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

“Data harus tepat. Kami siap mendukung pemutakhiran di semua level agar program benar-benar tepat sasaran,” kata Krido.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bekasi, Alamsyah, menyebut verifikasi penerima akan difokuskan kepada kelompok rentan seperti lansia, penyandang disabilitas, dan keluarga miskin berbasis Data Terpadu Kesejahteraan Sosial.

“Kami akan terjun langsung bersama pendamping sosial agar lansia, penyandang disabilitas, dan keluarga miskin tidak terlewat,” ujar Alamsyah.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Bekasi, Dwy Sigit Andrian, menyampaikan prevalensi stunting berhasil turun dari 23,2 persen pada 2023 menjadi 18,4 persen pada 2024.

Data aplikasi e-PPGBM 2024 masih mencatat 3.948 anak mengalami stunting sehingga program Makan Bergizi Gratis diarahkan menjadi intervensi nyata memperbaiki kualitas gizi masyarakat.

“Stunting bukan hanya soal gizi, tapi tentang menyiapkan generasi emas 2045,” tegas Dwy Sigit.

Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Bekasi, Sri Enny Mainiarti, menilai makanan bergizi gratis efektif membantu menurunkan stunting dan gizi buruk pada anak.

“Kami siap menjadi mitra evaluasi dampak program di fasilitas kesehatan,” kata Sri Enny.

Menutup rapat, Carwinda meminta pemasok bahan pangan diprioritaskan berasal dari desa dan kecamatan sekitar agar perputaran ekonomi program turut dirasakan masyarakat lokal.

“Pastikan masyarakat di desa dan kecamatan yang menjadi pemasok, agar perekonomian lokal ikut maju,” tegas Carwinda.

________

sumber: Diskominfo Kab. Bekasi

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *