Bahagia Tasya Bisa Bawa Pulang Ijazah

  • Share
foto: berita jakarta

RBN || Jakarta

Kebahagiaan menyelimuti warga Jakarta Utara yang hari ini akhirnya bisa menerima ijazah. Salah satunya, dirasakan Tasya Winda Sari (21), warga Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara.

Tasya mengaku sangat bersyukur dengan adanya bantuan penebusan ijazah tersebut. Lulusan SMK Sahid 1 Jakarta Utara ini menyebut ijazahnya sempat tertahan selama tiga tahun karena kendala biaya.

“Prosesnya mudah, saya sangat senang. Ijazah ini akan saya gunakan untuk melamar pekerjaan. Semoga saya segera mendapatkan pekerjaan,” ujarnya, usai menerima ijazah di Ruang Bahari, Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Selasa (5/5).

Wali Kota Jakarta Utara, Hendra Hidayat menyampaikan apresiasi kepada Baznas (Bazis) setempat atas dukungan pembiayaan dalam pelunasan sebanyak 246 ijazah warga yang diserahkan hari ini.

“Ini merupakan bentuk kolaborasi nyata dan kepedulian terhadap dunia pendidikan serta masa depan generasi muda kita,” terangnya.

Hendra menjelaskan, program Tebus Ijazah menjadi salah satu prioritas Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sebagai wujud keberpihakan kepada masyarakat, khususnya bagi peserta didik maupun alumni yang menghadapi kendala ekonomi maupun administratif.

“Ijazah bukan sekadar dokumen, melainkan bukti perjuangan sekaligus pintu awal menuju masa depan yang lebih baik. Semoga dengan diterimanya ijazah ini, penerima manfaat semakin termotivasi untuk melanjutkan pendidikan, bekerja, dan berkarya,” ungkapnya.

Hendra mengajak para orang tua untuk terus mendukung dan mendampingi anak-anak agar tidak berhenti belajar dan terus berkembang.

“Kami, Pemkot Jakarta Utara, berkomitmen memastikan tidak ada lagi warga yang terhambat masa depannya hanya karena ijazah tertahan,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah II Jakarta Utara, Heni Nurhayani menambahkan, pelaksanaan program ini melibatkan Suku Dinas Pendidikan Wilayah I dan II Jakarta Utara, satuan pendidikan, serta Baznas (Bazis) sebagai mitra strategis dalam pembiayaan.

“Ini bukan hanya kerja pemerintah, tetapi gerakan bersama dalam menghadirkan keadilan sosial di bidang pendidikan,” bebernya.

Menurutnya, total 246 penerima manfaat terdiri dari 64 orang dari sekolah di Sudin Pendidikan Wilayah I dan 182 lainnya dari Wilayah II. Rinciannya, meliputi 17 lulusan SD, 103 lulusan SMP, 15 lulusan SMA, 97 lulusan SMK, serta 14 lulusan PKBM/SKB. Total anggaran yang digelontorkan mencapai Rp 440.809.000.

“Kami berharap ijazah yang diterima menjadi simbol terbukanya kembali kesempatan untuk melanjutkan pendidikan, memperoleh pekerjaan yang lebih layak, serta meningkatkan kesejahteraan hidup,” tandasnya.

_____

sumber: berita jakarta

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *