RBN || Kediri
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengajak masyarakat untuk terus menjaga budaya toleransi antarumat beragama yang selama ini telah terbangun di Kabupaten Kediri. Seruan tersebut disampaikan saat menghadiri peringatan Dharma Santi Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948.
Acara yang berlangsung di Simpang Lima Gumul Convention Hall pada Kamis (30/4/2026) itu turut dihadiri Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa serta tokoh agama dan masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati yang akrab disapa Mas Dhito itu menyoroti tema perayaan tahun ini, yakni “Vasudhaiva Kutumbakam, satu bumi satu keluarga, nusantara harmonis Indonesia maju”. Menurutnya, tema tersebut mengandung makna bahwa seluruh manusia, tanpa memandang agama, bahasa, maupun budaya, adalah satu keluarga.
Ia menegaskan pentingnya menjaga nilai persatuan dan toleransi demi menciptakan kehidupan yang damai di tengah keberagaman.
“Saya mohon doanya, yang sudah berjalan selama ini bahwa Kabupaten Kediri selalu menjunjung toleransi antar umat beragama,” katanya.
Mas Dhito juga menekankan bahwa sebagai kepala daerah, dirinya bertanggung jawab untuk seluruh umat beragama, bukan hanya kelompok tertentu. Pemerintah Kabupaten Kediri, lanjut dia, akan terus mendukung kegiatan pembinaan umat yang dilakukan Parisada Hindu Dharma Indonesia Kabupaten Kediri.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan daerah yang harmonis, maju, dan sejahtera.
Sementara itu, Ketua PHDI Kabupaten Kediri, Juliono, menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah daerah selama ini, termasuk dalam memberikan ruang bagi umat Hindu menjalankan kegiatan keagamaan.
“Umat Hindu berkomitmen untuk berperan aktif serta menjaga dan menjaga kerukunan antar umat beragama,” ujarnya.
Peringatan Dharma Santi ini menjadi momentum mempererat kebersamaan sekaligus meneguhkan komitmen menjaga kerukunan di tengah keberagaman masyarakat Kabupaten Kediri.
Sumber: Berita Jatim











