RBN || Surakarta
Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) resmi meluncurkan Klinik Upaya Berhenti Merokok (UBM) yang bekerja sama dengan Muhammadiyah Medical Center (MMC) pada Jumat (24/4) di halaman depan MMC UMS. Peluncuran klinik ini merupakan tindak lanjut dari program Kampus Bebas Asap Rokok yang telah dicanangkan pada Desember 2025.
Ketua Lembaga Pengembangan Pondok, Al-Islam, dan Kemuhammadiyahan (LPPIK) UMS, Dr. Mahasri Shobahiya, M.Ag., menyampaikan rasa syukurnya atas terlaksananya kegiatan tersebut. “Alhamdulillah, kita dapat hadir dalam launching Klinik Upaya Berhenti Merokok,” ujarnya dalam sambutannya.
Dr. Mahasri menjelaskan bahwa kehadiran klinik ini adalah langkah konkret dalam mendukung implementasi program Kampus Bebas Asap Rokok. “Klinik ini akan melayani mahasiswa dan tenaga pendidik dan kependidikan (tendik) yang ingin berhenti merokok,” katanya.
Direktur MMC UMS, Prof. dr. Dr. Em Sutrisna, M.Kes., juga menjelaskan bahwa gerakan kampus bebas rokok sudah dimulai sejak 2021. “Gerakan UMS tanpa rokok telah kita upayakan sejak 2021, meskipun hasilnya belum sempurna,” ungkapnya. Prof. Sutrisna menambahkan, MMC siap memberikan layanan konsultasi bagi civitas akademika yang ingin berhenti merokok. “Insya Allah, MMC siap melayani dari jam 8 pagi sampai jam 8 malam,” tuturnya.
Rektor UMS, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., menekankan pentingnya program ini dilaksanakan secara menyeluruh di seluruh lini kampus. “Program ini harus menyeluruh, mulai dari rektorat hingga ke bawah-bawahnya,” tegasnya. Ia juga mengusulkan pengembangan layanan konsultasi yang lebih fleksibel melalui platform daring dan luring untuk mempermudah akses.
Selain itu, Prof. Harun mengingatkan bahwa merokok adalah bentuk pemborosan yang harus dihindari. “Merokok itu mubazir, dan mubazir adalah sifat setan. Setan adalah musuh kita bersama,” ujarnya.
Peluncuran klinik ini ditandai dengan penyerahan plakat simbolis dari Rektor UMS kepada Direktur MMC sebagai tanda resmi beroperasinya Klinik UBM di lingkungan kampus, yang diharapkan dapat membantu mengurangi kebiasaan merokok di kalangan civitas akademika.
Sumber: Antara News











