RBN || Aceh
Pemerintah melalui Satgas PRR Pascabencana Sumatera mulai merealisasikan perbaikan rumah bagi penyintas bencana hidrometeorologi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dengan total anggaran mencapai Rp537,22 miliar hingga 17 April 2026.
Bantuan ini menyasar 26.849 unit rumah dengan kategori rusak ringan dan sedang, sebagai bagian dari upaya percepatan pemulihan pascabencana yang terus berjalan di tiga wilayah terdampak.
Secara rinci, penyaluran terbesar terjadi di Aceh dengan 12.856 rumah rusak ringan dan 9.347 rumah rusak sedang senilai Rp473,25 miliar.
Sementara di Sumatera Utara, bantuan mencakup 2.232 rumah rusak ringan dan 1.228 rumah rusak sedang dengan total Rp40,56 miliar, serta di Sumatera Barat sebanyak 811 rumah rusak ringan dan 375 rumah rusak sedang dengan nilai Rp23,415 miliar. Data ini menunjukkan bahwa Aceh menjadi wilayah dengan dampak paling besar sekaligus penerima bantuan terbesar.
Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, menjelaskan bahwa bantuan diberikan langsung kepada masyarakat dalam bentuk dana stimulan agar perbaikan rumah dapat dilakukan secara mandiri.
“Kalau (rumah rusak) yang ringan, itu dibantu Rp15 juta… rumah rusak sedang dibantu Rp30 juta oleh BNPB,” ujarnya. Selain itu, terdapat tambahan bantuan dari Kementerian Sosial sekitar Rp8 juta untuk mendukung kebutuhan pemulihan.
Tak hanya perbaikan rumah, pemerintah juga menyalurkan bantuan lain berupa uang isi hunian sebesar Rp3 juta, stimulan ekonomi Rp5 juta, serta jaminan hidup Rp450 ribu per orang per bulan. Bantuan ini bertujuan untuk memastikan kebutuhan dasar penyintas tetap terpenuhi selama proses pemulihan berlangsung, sekaligus mendorong stabilitas ekonomi keluarga terdampak.
Di sisi pembangunan hunian, pemerintah mencatat kebutuhan hunian tetap mencapai 39.021 unit, dengan 241 unit telah selesai dibangun dan 1.243 unit masih dalam proses. Sementara itu, pembangunan hunian sementara menunjukkan progres signifikan dengan capaian 19.028 unit atau sekitar 92 persen dari target 20.495 unit.
Upaya ini menjadi bagian penting dalam memastikan para korban bencana mendapatkan tempat tinggal layak secara bertahap hingga kondisi pulih sepenuhnya.
Sumber: Liputan6











