Usung Tema Resilient Leadership in Healthcare, ARSSI Bogor Raya Dorong Layanan Kesehatan Berkualitas

  • Share

RBN||BOGOR

Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI) Bogor Raya menggelar kegiatan Halal Bihalal dalam rangka Idulfitri 1447 H pada Kamis (16/4/2026) di Hotel Sahira, Kota Bogor. Kegiatan ini dimanfaatkan sebagai momentum untuk memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan di sektor kesehatan.

Mengusung tema Resilient Leadership in Healthcare, ARSSI Bogor Raya mengemas acara Halal Bihalal dengan konsep modern dan kekinian, namun tetap sarat makna. Kegiatan ini tetap mengedepankan nilai kebersamaan dan kolaborasi antara anggota serta para pemangku kepentingan di sektor kesehatan.

Acara tersebut dihadiri oleh para CEO dan direktur rumah sakit swasta se-Bogor Raya. Selain itu, turut hadir Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten dan Kota Bogor, serta Kepala BPJS Kesehatan Cabang Cibinong dan Kota Bogor.

Dalam kegiatan ini, ARSSI Bogor Raya menghadirkan narasumber Master Irwan Rudiansyah dan Ustad Fikar Robbani, yang dikenal sebagai master trainer dengan pengalaman luas di tingkat nasional. Keduanya memberikan pemaparan terkait pentingnya kepemimpinan yang tangguh dan adaptif dalam menghadapi dinamika sektor kesehatan.

Ketua ARSSI Bogor Raya, dr. Yudhy Iskandar, MARS, mengatakan, kegiatan Halal Bihalal tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga ruang untuk memperkuat kolaborasi antar institusi layanan kesehatan.

“Melalui momentum ini, kami berharap seluruh rumah sakit swasta di Bogor Raya dapat terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan BPJS Kesehatan guna menghadirkan layanan kesehatan yang lebih optimal, merata, dan berkelanjutan,” kata Yudhy.

Ia menambahkan, kekompakan antar anggota ARSSI yang selama ini telah terjalin perlu terus diperkuat di tengah dinamika kebijakan di sektor kesehatan.

“Seluruh anggota ARSSI Bogor Raya yang sudah kompak ini diharapkan dapat semakin solid ke depannya, terutama dalam menghadapi berbagai perubahan regulasi, seperti rencana penerapan kelas rawat inap standar, rujukan berbasis kompetensi, serta sistem iDRG,” ujarnya.

Menurut dia, komunikasi yang efektif antar pemangku kepentingan menjadi kunci dalam menghadapi berbagai tantangan di sektor kesehatan.

“Peningkatan mutu layanan dan adaptasi terhadap kebijakan kesehatan nasional membutuhkan koordinasi yang kuat antar institusi,” tuturnya.

Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban, diisi dengan ramah tamah serta diskusi antar peserta. ARSSI Bogor Raya berharap kegiatan ini dapat memperkuat peran organisasi dalam mendorong peningkatan kualitas layanan rumah sakit swasta di wilayah Bogor Raya.
Red/Heri

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *