RBN || Malang
Dalam rangka memperingati Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62, Lapas Kelas I Malang melaksanakan razia gabungan pada Senin malam (6/5/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen kuat untuk mewujudkan Lapas yang bebas dari gangguan dan peredaran narkoba, atau yang dikenal dengan istilah zero halinar.
Razia gabungan ini melibatkan aparat penegak hukum dari berbagai instansi, termasuk personel TNI dari Koramil Blimbing, Polri dari Polresta Malang Kota, dan Brimob Pelopor B. Kegiatan dimulai dengan apel pasukan yang dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Kelas I Malang, Teguh Pamuji, yang sekaligus menjadi momen konsolidasi sebelum pelaksanaan razia di lapangan.
“Tidak hanya petugas Lapas, kegiatan ini juga melibatkan calon ASN Pemasyarakatan dan aparat lintas instansi. Ini adalah bukti sinergi kami dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan lapas,” ujar Teguh Pamuji dalam arahannya.
Teguh menegaskan bahwa razia kali ini bukan hanya sekadar acara seremonial dalam rangka peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan. Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah nyata yang dilakukan secara berkelanjutan untuk menjaga Lapas Malang tetap bebas dari halinar.
“Razia ini adalah komitmen kami untuk menjaga Lapas Malang tetap aman, bersih dari barang-barang terlarang, dan bebas dari gangguan yang dapat mengganggu stabilitas di dalam lapas,” kata Teguh.
Proses razia dilaksanakan dengan menyisir tujuh kamar hunian yang dipilih secara acak. Seluruh petugas bekerja dengan terkoordinasi, memastikan kegiatan berlangsung dengan tertib, sistematis, dan sesuai prosedur yang ada.
“Saya instruksikan kepada seluruh personel untuk bertindak tegas namun tetap mengedepankan pendekatan humanis,” tambah Teguh.
Selama razia, petugas menemukan beberapa barang yang tidak diperbolehkan di dalam kamar hunian, seperti potongan kabel, logam, dan sendok. Meskipun barang-barang tersebut digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, mereka tetap disita karena tidak seharusnya berada di kamar penghuni.
Razia ini tidak hanya bertujuan untuk mendeteksi potensi gangguan keamanan, tetapi juga sebagai langkah preventif untuk menjaga stabilitas di dalam Lapas. Teguh menegaskan bahwa razia semacam ini akan dilakukan secara berkala, bukan hanya pada momen tertentu saja.
Dengan langkah-langkah konsisten seperti ini, Lapas Kelas I Malang berkomitmen untuk terus memperkuat integritas, profesionalitas, serta menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan bebas dari halinar.
Sumber: Jatim Times











