72 Siswa Keracunan MBG di Jaktim, DPR Minta SPPG Ditutup Permanen

  • Share
Wakil Ketua Komisi IX DPR, Charles Honoris. (Foto: Detik News)

RBN || Jakarta

Kasus keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur menjadi sorotan serius. Sebanyak 72 siswa dari empat sekolah dilaporkan mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi menu spageti yang disediakan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), dan sebagian besar harus menjalani perawatan di rumah sakit.

Menanggapi kejadian tersebut, Wakil Ketua Komisi IX DPR, Charles Honoris, mendesak agar SPPG yang terbukti lalai tidak hanya diberi sanksi sementara, tetapi ditutup secara permanen dan dicabut izin operasionalnya. Ia menilai pembekuan sementara tidak cukup untuk menjawab dampak serius yang ditimbulkan, serta menegaskan bahwa penutupan permanen perlu dijadikan standar penegakan hukum agar ada efek jera bagi seluruh penyelenggara layanan gizi.

Selain itu, Komisi IX juga meminta dilakukan audit menyeluruh terhadap seluruh rantai distribusi makanan, mulai dari bahan baku, proses produksi, hingga distribusi. Pengawasan pun diusulkan diperketat dengan melibatkan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) secara lebih intensif, guna memastikan kejadian serupa tidak terulang.

Sementara itu, Badan Gizi Nasional (BGN) masih melakukan investigasi untuk memastikan penyebab pasti keracunan, dan menyatakan akan mengambil keputusan lanjutan setelah hasil pemeriksaan menyeluruh keluar.

Sumber: Detik News

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *