RBN || Malaysia
Seorang warga negara Malaysia didakwa di pengadilan pada Selasa (18/11) karena diduga mengelola operasi pusat penipuan (scam call centre) di Kamboja yang menargetkan korban-korban di Singapura.
Bernard Goh Yie Shen, 24 tahun, dikenai satu dakwaan berdasarkan Undang-Undang Kejahatan Terorganisir atas tindakan yang ia ketahui dapat memfasilitasi penipuan di Singapura.
Dalam dakwaan disebutkan bahwa perannya dalam mengawasi call centre di Phnom Penh telah memperkuat tujuan ilegal dari sebuah sindikat kriminal terorganisir yang memiliki keterkaitan dengan pihak lokal.
Goh dideportasi dari Kamboja dan diyakini merupakan bagian dari sindikat yang menjalankan modus penipuan dengan menyamar sebagai pejabat pemerintah Singapura untuk menipu korban.
Menurut kepolisian, sindikat tersebut diyakini bertanggung jawab atas sedikitnya 438 kasus penipuan, dengan total kerugian mencapai S$41 juta atau sekitar US$31,5 juta.
Sindikat ini beroperasi dari sebuah kompleks penipuan di Phnom Penh dan berhasil digagalkan dalam operasi gabungan antara Kepolisian Singapura (SPF) dan Kepolisian Nasional Kamboja pada September tahun ini.
Setelah penangkapan tersebut, Goh dideportasi ke Malaysia sebelum akhirnya diserahkan kepada SPF dan dibawa ke Singapura untuk diadili.
Dakwaan terhadap Goh muncul sehari setelah dua warga Singapura lainnya turut didakwa karena berperan sebagai caller scam di Kamboja. Ketiganya diduga bagian dari jaringan kriminal yang lebih luas.
Goh kini ditahan untuk kepentingan penyelidikan.
Jika dinyatakan bersalah, Goh dapat menghadapi hukuman penjara hingga lima tahun, denda maksimal S$100.000, atau kedua-duanya.
Pihak kepolisian juga mengungkapkan masih ada 31 tersangka lain yang belum tertangkap, terdiri dari warga Singapura dan Malaysia. Salah satu yang masih buron adalah pimpinan sindikat, warga Singapura bernama Ng Wei Liang.
Sumber: CNA News











