Serangan Israel Hantam Universitas di Gaza, Tujuh Warga Palestina Tewas

RBN || Gaza

Serangan militer Israel kembali menewaskan warga Palestina di Jalur Gaza, termasuk sejumlah korban di lingkungan perguruan tinggi. Sedikitnya tujuh orang dilaporkan meninggal dunia dalam berbagai serangan pada Minggu (25/10/2026), sementara sejumlah lainnya mengalami luka-luka.

Salah satu serangan menghantam kawasan Universitas Islam di Kota Gaza dan menewaskan tiga orang yang berada di lingkungan kampus. Peristiwa tersebut juga menyebabkan sejumlah mahasiswa terluka sehingga harus mendapatkan perawatan medis di rumah sakit.

Dilansir TRT World, Senin (26/10/2026), Rumah Sakit Al Shifa menerima tiga jenazah setelah serangan pesawat tanpa awak Israel di kawasan universitas. Petugas medis juga menangani delapan korban luka yang dibawa dari lokasi kejadian.

Dua sumber dari Universitas Islam mengidentifikasi ketiga korban meninggal sebagai staf administrasi kampus. Sementara itu, korban luka dilaporkan mencakup sejumlah mahasiswa yang berada di lingkungan universitas ketika serangan berlangsung.

Serangan tersebut menambah kekhawatiran terhadap keselamatan warga sipil, termasuk mahasiswa dan tenaga pendidikan di Gaza. Aktivitas pendidikan di wilayah itu masih menghadapi berbagai hambatan akibat kerusakan fasilitas dan situasi keamanan yang belum stabil.

Selain kejadian di universitas, Badan Pertahanan Sipil Gaza melaporkan empat warga Palestina lainnya tewas dalam serangan di beberapa lokasi berbeda. Korban dilaporkan berasal dari wilayah Khan Younis, Deir al-Balah, dan kawasan utara Jalur Gaza.

Secara terpisah, Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza melaporkan empat orang meninggal dunia dan 14 lainnya terluka dalam periode pelaporan 24 jam terakhir. Perbedaan angka tersebut berkaitan dengan waktu dan cakupan pendataan yang digunakan masing-masing lembaga.

Sementara itu, militer Israel menyatakan serangan di Kota Gaza ditujukan terhadap seorang anggota sayap militer Hamas. Pihak militer mengklaim telah mengalihkan serangan untuk mengurangi risiko terhadap warga yang berada di sekitar sasaran.

Meski kesepakatan gencatan senjata telah berlaku sejak Oktober 2025, insiden kekerasan masih terus dilaporkan di berbagai wilayah Jalur Gaza. Kondisi tersebut membuat keselamatan warga sipil dan keberlangsungan kegiatan pendidikan tetap menjadi perhatian di tengah situasi keamanan yang belum pulih.

Sumber: Okezone

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *